Kenapa Mesti Menikah dan Berketurunan ? Ini Alasannya

0
220
Menikah adalah salah satu sunnah Rasul dan bagian dalam ibadah. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Sejak awal Allah menciptakan alam dan seisinya telak ditakdirkan dengan berpasangan.Di mana lelaki pasanganya wanita, langit pasangannya bumi, matahari pasangannya bulan, siang pasangannya malam, bawah pasangannya atas, hujan dengan kemarau.

Hal ini tentu tidak bisa dianggap hanya sebuah kebetulan semata. Alam semesta inipun sejak diciptakan dalam berpasangan baik wujud hingga berupa sifat.

iklan

Sebagai seorang muslim kita meyakini  bahwa Allah Swt telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dalam keadaan berpasang-pasangan. Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam ,tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan. Allah berfirman:

(36). سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (QS.Yaa Siin:36)

Dalam ayat lain Allah juga tegaskan bahwa segala sesuatu telah diciptakan dalam hidup berpasangan.

(49). وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 “Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan.” ( QS.Az-Zaariyaat : 49)

Ayat ini merujuk kepada benda-benda yang bukan hanya manusia yang hidup berpasangan melainkan juga pada makhluk hidup lain seperti, binatang, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

Namun sebagai makhluk yang diberi anugerah akal dan pikiran serta hidayah agama,manusia dalam hidup berpasangan harus mengikuti aturan yang berlaku. Sebagai seorang muslim artu dari hidup berpasangan tersebut adalah hidup bersama antara laki-laki dengan wanita yang terhimpun dalam rumah tangga.

Sebelumnya diawali dengan proses pernikahan secara islami atau sesuai aturan Islam yang berdasar pada Al Quran dan Hadits. Setelah mengalami proesesi tersebut maka keduanya disebut sebagai suami istri.

Pernikahan yang dalam pandangan Islam adalah sebuah kegiatan atau proses atau fase yang sacral dalam perjalanan hidup. Untuk itu dalam memasukinya diberi rambu-rambunya oleh Allah SWT  dan telah dicontohkan oleh Rasulullah demi kebaikan manusia itu sendiri.

Oleh karena itu, kita dapati pada diri Rosulullah SAW suri tauladan dan contoh yang baik lagi sempurna bagi ummatnya. Seluruh aspek kehidupan manusia kalau kita melihat pada diri Rasulullah SAW,makaakan kita dapati contohnya dari beliau SAW. Allah ta”ala telah berfirman:

(21). لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

”  Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS.Al Ahzab ayat 21)

Atas dasar ini, maka wajib bagi kita untuk mengikuti Rasulullah SAW pada seluruh aspek kehidupannya.Termasuk dalam urusan pernikahan dan rumah tangga, Islam amat sangat memperhatikan perkara ini, karena rumah tangga merupakan institusi terkecil dan penting dalam kehidupan sosial masyarakat, yang menjadi tolok ukur baik tidaknya sebuah masyarakat.

Pernikahan juga merupakan perkara yang amat esensi bagi manusia, seluruh manusia mempunyai insting seksual, jika hal ini tidak di atur maka bisa menjadi liar seperti binatang. Inilah keindahan Islam, pernikahan menjadi ibadah dan berkah ketika kita berupaya berkesesuain dengan syari’at Islam.

Dalam Al Quran sendiri terdapat lebih dari 140 berbicara tentang urusan rumah tangga. Hal ini menunjukkan perhatian Islam yang besar terhadap rumah tangga atau kehidupan suami istri, kalau kita rinci antara lain perkara-perkara tersebut meliputi  pandangan Islam tentang pernikahan.

Hikmah dan tujuan disyari’atkannya menikah,cara atau petunjuk memilih calon pasangan ,rambu-rambu dalam acara pernikahan (walimah) serta pernik-pernik kehidupan rumah tangga.

Dalam Hadits Rasulullah juga banyak terdapat tentang kehidupan rumah tangga,seperti anjuran menikah,kriteria memilih pasangan hidup hingga masalah pesta pernikahan (walimahan).

Begitu juga dalam lingkup Negara dimana pemerintah telah mengatur soal pernikahan tersebut yang tertuang dalam Undang-undang Perkawinan. Hal ini menunjukan bahwa pernikahan bukan suatu perkara yang sepele. [ ]

Sumber: dikutip dari buku “MENGAPA MENUNDA MENIKAH? ” karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

954