Bolehkah Menerima Hadiah Dari Non Muslim?

0
236
Muslim boleh menerima pemberian dari non muslim barangnya halal dan tidak terkait dengan ritual ibadahnya. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum.Pak Aam, mohon maaf mau bertanya. Saya mempunyai saudara non muslim yang tinggal di luar negeri. Beberapa kali dia memberi saya hadiah berupa barang kesukaan saya atau pun pakaian. Bagaimana hukumnya? Bolehkah saya menerima barang-barang tersebut? Mohon penjelasannya. (Hamba Allah via email)

 

iklan

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Pada hakikatnya kita selaku muslim tidak dilarang berhubungan baik dengan non muslim termasuk dalam bermuamalah atau menerima hadiah dari mereka, selama tidak berkenaan dengan urusan keagamaan atau ritual ibadah mereka.

Jadi Anda boleh menerima pemberian kawan atau saudara yang non muslim selama masih berhubungan dengan urusan duniawi dan tidak dikaitkan dengan ritual peribadatan agama mereka.

Misalnya, bibi Anda yang non muslim menghadiahi Anda sebuah baju, Anda boleh memakainya. Atau, Anda boleh makan bareng kawan Anda yang non muslim selama makanan itu tidak mengandung zat yang diharamkan.

Intinya, selama yang dia berikan itu halal menurut ajaran agama kita, hal itu boleh diterima. Termasuk barang, misalnya sepatu atau dompet kulit yang halal, parfum halal maka boleh Anda terima dan pakai.

Namun, jika dihubungkan dengan ritual agama mereka, barang-barang yang tadinya halal menjadi haram. Misalnya, kawan atau saudara Anda sedang merayakan Natal, lalu ia menghadiahi Anda makanan atau barang dimana barang dan makanan tersebut dimaksudkan bagian dari ritual perayaan agamanya, maka makanan dan barang ini menjadi haram .

Islam memberikan aturan main dalam bergaul dengan non muslim dengan sangat jelas, khususnya dalam masalah akidah. Kita dilarang mencampurkan antara ibadah dan pergaulan.

Misalnya, dengan dalih toleransi, kita datang ke acara Natalan seorang kawan. Itu haram hukumnya. Karena berarti kita telah mencampurkan ajaran Islam dengan Nashrani. Ini haram, karena ada ayat yang mengatakan,

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.” (Q.S. Al Kafirun [109]: 6)

Inilah yang disebut toleransi dalam agama kita, jadi bukannya mencampuradukkan ibadah. Dan apabila kita bergaul bersama mereka, kita tetap harus tetap bersikap adil, sama halnya bersikap adil terhadap sesama muslim. Al Quran mengatakan,

 

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Maidah [5]: 8).

 

Untuk itu marilah kita bersikaplah proposional, karena sikap ini lebih dekat kepada ketakwaan.

Jadi sekali lagi, selama pemberian hadiah atau barang tersebut sebatas wujud sayang semasa saudara atau kemanusiaan maka boleh. Misalnya saudara Anda membantu korban bencana atau bantuan sosial tentu tidak dilarang.

Namun jika hadiah atau barang tersebut bagian dari ritual ibadah atau keyakinan mereka maka hukumnya haram. Termasuk hadiah makanan atau barang yang tidak jelas kehalalannya maka Anda harus menolaknya.

Tentu Anda harus menjelaskan secara santun dan tidak menyinggung perasaannya. Sampaikan saja bahwa menurut ajaran Islam ada aturan tentang pemberian dari non muslim. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

5

Red: admin

Editor: iman

850