3 Tipe Keluarga Dalam Al Quran, Yang Mana Keluarga Kita?

0
80
Di antara hikmah paling baik dalam peristiwa Isra Mi’raj adalah menerima dengan iman. (Foto: Pixabay)
Hijrah bukan sekedar berpindah secara fisik. (ilustarsi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Setiap keluarga muslim pastinya mendamba menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah seperti yang didoakan orang lain saat menjadi pengantin. Keluarga ini setidaknya menghadirkan sosok ayah atau suami yang shalih.

Kemudian istri atau ibu yang shalihah serta anak-anak yang shalih-shalihah pula. Jika kita bercermin maka setidaknya ada tiga tipe keluarga yang diinformasikan dalam Al-Quran.

iklan

Pertama, keluarga Ali Imran.

Ali Imran bukanlah seorang nabi, tetapi merupakan orang saleh dan memiliki keluarga saleh. Suatu keluarga yang seluruh anggotanya merupakan orang-orang yang saleh. Tak salah jika Allah Swt. mengabadikannya dalam Al- Quran, yaitu Surat Ali Imran yang berarti Keluarga Imran.

Kedua, Keluarga Nabi Nuh,

Suatu keluarga yang suaminya orang shaleh bahkan seorang nabi tetapi istri dan anaknya tidak shaleh. Ini menjadi gambaran bahwa keshalihan itu bukan karena keturunan atau factor suami atau kepala keluarga semata. Tetapi hidayah Allah Swt.

Ketiga, keluarga Fir’aun

yang istrinya orang yang salehah tetapi suaminya seorang yang zalim, takabur, ingkar terhadap tuhannya, yaitu Siti Asiah dan suaminya, Firaun. Keimanan dan ketaatan Siti Asiah kepada Allah Swt. menjadikannya satu dari tiga perempuan yang dijamin masuk surga. Dua perempuan lainnya adalah adalah Siti Khadijah (istri Nabi Muhammad Saw.) dan Maryam (ibu Nabi Isa a.s.).

Allah Swt. memberikan aturan-Nya agar manusia berlombalomba menjadi yang terbaik dalam bidang dan posisi apa pun: menjadi suami jadilah suami terbaik, menjadi istri jadilah istri terbaik. Memang pelaksanaannya tidak mudah karena diperlukan kesabaran, lapang dada, dan pembiasaan. Allah Swt. Yang Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan Penyayang, akan memberikan balasan terbaik untuk hamba yang taat dan patuh pada perintah-Nya.

Sebaliknya, Allah Yang Mahaadil akan memberikan balasan yang setimpal pada orang yang membangkang perintah-Nya sebagaimana firman-Nya dalam Surat At-Tahrim (66) ayat 10 sampai 12 tentang contoh-contoh istri yang tidak baik dan istri yang baik,

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya. Tetapi, kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari siksaan Allah dan dikatakan kepada kedua istri itu, ‘Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka.’” (Q.S. At-Tahrim [66]: 10)

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang beriman, istri Fir‘aun, ketika ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum zalim.’” (Q.S. At- Tahrim [66]: 11)

Maryam, putri Imran yang memelihara kehormatannya, Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; ia membenarkan kalimat- kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan ia termasuk orang-orang yang taat.” (Q.S. At-Tahrim [66]: 12)

Ketiga, Keluarga Nabi Ibrahim yaitu keluarga suaminya shalih,istrinya shalihah dan anak-anak yang shalih pula. Nabi Ibrahim disebut pula sebagai nabi para penghulu nabi dan rasul,dimana Nabi Ibrahim adalah pribadi yang shalih,mempunyai istri Siti Hajar dan Siti Sarah yang juga shalihah dan mempunyai keturunan Nabi Ismail dan Nabi Ishah.

Semoga keluarga kita tergolong keluarga yang mirip dengan keluarga Nabi Ibrahim As. Jika itu belum sepenuhnya terwujud maka kita harus berusaha dan bekerja keras agar itu terwujud. [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

894