Rakaat Shalat Dhuha Sesuai Sunnah, Ini Yang Dicontohkan Rasul

0
301

PERCIKANIMAN.ID – – Walaupun bukan termasuk ke dalam shalat wajib, tetapi shalat Dhuha termasuk salah satu shalat sunah yang dianjurkan.  Hukum shalat Dhuha ini adalah sunah muakadah.

Sementara keutamaan shalat Dhuha bisa kita lihat dari keterangan berikut. Dari Abu Dzar r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

iklan

Setiap persendian kita wajib mengeluarkan sedekah. Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah; setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah; setiap tahlil (Laa ilaaha illaallah) adalah sedekah; setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah; mencegah dari yang mungkar juga sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat Dhuha” (H.R. Muslim).

Melihat begitu besar dan agungnya keutamaan Shalat Dhuha ini seharusnya menjadi motivasi kita untuk tidak meninggalkannya disetiap waktu dhuha, kecuali bagi kaum perempuan yang sedang ‘halangan’.

Lalu berapa rakaat yang afdhol kita mengerjakan Shalat Dhuha? Shalat Dhuha sebenarnya bisa dilaksanakan dua rakaat, empat rakaat, bahkan sampai delapan rakaat. Keterangan-keterangan yang menguatkan hal tersebut adalah sebagai berikut.

Untuk yang dua dan empat rakaat kita bisa merujuk pada keterangan dari Mua‘dz r.a., dia bertanya kepada Aisyah r.a.,

Berapa jumlah rakaat Rasulullah Saw. ketika menunaikan shalat Dhuha?” Aisyah menjawab, “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah).

Sementara Shalat Dhuha yang delapan rakaat dapat kita simak dari keterangan Ummu Hani r.a. yang berkata,

Rasulullah Saw. berdiri untuk mandi, maka Fatimah menghalanginya, lalu beliau mengambil pakaiannya kemudian berselimut dengan pakaian itu, lalu shalat delapan rakaat shalat sunah Dhuha” (H.R. Muslim).

Dari keterangan tersebut, telah jelas bahwa Rasulullah Saw. melaksanakan shalat Dhuha dengan dua rakaat, empat rakaat, atau delapan rakaat.

Beberapa keterangan sahih menyebutkan bahwa semua shalat itu dilakukan dengan satu kali salam. Namun, ada juga keterangan yang menyebutkan salam setiap dua rakaat. [ ]

Sumber: dikutip dari buku “  JANGAN HANYA 5 WAKTU ” karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

903