Jamaah Haji 2020 Sudah Mabit di Mina Untuk Lempar Jumroh

0
64
Haji 2020 dalam suasana pandemi Covid 19 maka para jamaah wajib menjalankan protokol kesehatan

PERCIKANIMAN.ID – – Pelaksanaan haji 2020 kali ini dilakukan dengan jumlah terbatas. Jumat (31/7/2020) ini, para peziarah berkumpul di kota tenda Mina untuk selanjutnya melempar batu sebagai representasi simbolis melawan iblis.

Menurut kantor resmi Saudi Press (SPA), setelah menyelesaikan pilar utama haji, para peziarah turun dari Padang Arafah ke dataran Muzdalifah. Di sana, mereka bermalam sebelum menuju Mina, sebelah timur kota suci Makkah, di pagi hari.

iklan

Dilansir di Yeni Safak, Jumat (31/7/2020), ritual terakhir lempar jumrah, jamaah melemparkan tujuh batu ke dinding yang mewakili gambaran setan. Ritual dimaksudkan untuk mengingatkan umat Islam tentang upaya terus-menerus iblis mengarahkan umat Muslim ke jalan yang sesat.

Menurut kepercayaan Islam, Nabi Ibrahim adalah sosok pertama yang melakukan ritual tersebut, setelah iblis mencoba menghasutnya untuk tidak menaati Allah SWT.

Ibadah haji tahunan ke Arab Saudi merupakan kewajiban agama bagi umat Islam. Jamaah yang memiliki kemampuan dalam hal finansial dan kesehatan wajib melaksanakan setidaknya sekali seumur hidup.

Tahun ini, jumlah peziarah jauh lebih kecil karena pandemi Covid-19. Umat Muslim dari luar Saudi tidak bisa menjalankannya.

Dianggap sebagai “rukun” Islam kelima, haji dimaksudkan menunjukkan solidaritas umat Islam dan kepatuhan kepada Allah SWT. Ziarah berlangsung setiap tahun dari tanggal 8 hingga 12 dari Dzulhijjah, bulan ke 12 dan terakhir kalender Islam

Dalam ritual yang berlangsung selama lima hari ini, peziarah berkumpul pertama kali di Makkah. Selanjutnya, jamaah mengelilingi Ka’bah tujuh kali, lari di antara bukit Al-Safa dan Al-Marwah, minum air dari Sumur Zamzam yang suci, berdoa di dataran Gunung Arafah dan berakhir melemparkan batu ke arah iblis.

Peziarah kemudian memotong rambut dan mempersembahkan seekor binatang untuk dikorbankan, sebelum merayakan Idul Adha. Dagingnya lantas dibagikan kepada orang miskin.

Bulan lalu, pemerintah Saudi mengumumkan kurang dari 10 ribu jamaah Muslim diizinkan melakukan ibadah haji tahun ini. Pembatasan dilakukan mengingat pandemi Covid-19 sedang melanda seluruh dunia.

Setelah menyelesaikan ritual haji, jamaah akan diminta melakukan karantina mandiri di rumah. Tahun lalu, sekitar 2,5 juta jamaah melakukan ibadah haji dari seluruh dunia.

Arab Saudi sejauh ini telah mencatatkan 274.219 infeksi Covid-19. Selain itu, terjadi 2.842 kematian dan 231.198 pemulihan. [ ]

Sumber: republika.co.id

4

Red: admin

Editor: iman

895