6 Larangan Dalam Hubungan Suami Istri Menurut Islam

0
515
Jumhur ulama mewajibkan pemberian nafkah batin terhadap istri adalah kewajiban suami. (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Islam agama yang sempurna dalam mengatur hidup umatnya dan mengajarkan kita segala hal dengan mendetail, termasuk juga mengenai hubungan intim suami dan istri dalam rumah tangga.

Meski sudah halal, namun ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan terkait dengan hubungan badan antara suami dan istri. Masih ada sebagian masyarakat awam banyak yang belum mengetahui hal ini. Bisa jadi karena dianggap tabu, atau karena memang tidak tertarik untuk mencari tahu.

iklan

Apa saja yang dilarang itu?

  1. Dilarang berhubungan tanpa membaca doa

Rasulullah SAW bersabda : “Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.’ Sebab jika ditakdirkan hubunganantara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya,” (Shahih Muslim No. 2591).

  1. Dilarang berhubungan tanpa pendahuluan atau foreplay

RasulAllah SAW bersabda: “Siapa pun di antara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan.” Selanjutnya, ada yang bertanya: ‘Apakah perantaraan itu?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis’,” (HR. Bukhâri dan Muslim).

  1. Dilarang berhubungan intim tanpa penutup/selimut

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa, “Apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar,” (HR Ibnu Majah).

Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti hewan yang kelihatan kemaluannya saat berjima. tapi pakailah selimut sebagai penutup, atau bertelanjang dalam selimut.

  1. Dilarang berhubungan melalui anus (dari dubur)

Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya,” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai).

  1. Dilarang berhubungan intim saat istri haid

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: ‘Haidh itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS. Al-Baqarah/2: 222).

  1. Dilarang menyebarluaskan masalah hubungan

Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat adalah laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian menyebarkan rahasia istrinya,”( HR. Imam Muslim No.2597 dan Abu Dawud No.227).

Dalam syariat Islam, berhubungan suami istri adalah bagian dari ibadah maka dalam berhubungan intim pun harus dijauhi atau dihindari hal-hal yang dilarang tersebut. [ ]

 

Sumber: dikutip dari buku “ CINTA & SEKS Keluarga Muslim” karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si dan dr. Untung Santosa,M.Kes

5

Red: admin

Editor: iman

963