3 Situasi Dibolehkan Shalat Tidak Menghadap Kiblat

0
256

PERCIKANIMAN.ID – – Kiblat adalah arah Baitullah atau Masjidil Haram. Menghadap kiblat dalam shalat merupakan syarat sah shalat. Firman-Nya,

“…. hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 144).

iklan

Dalam keterangan yang dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda,

Apabila kamu akan mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu dan menghadaplah ke kiblat” (H.R. Bukhari).

Kiblat adalah titik yang menyatukan arah segenap umat Islam dalam melaksanakan shalat, tetapi titik arah itu bukanlah objek yang disembah. Objek yang dituju dalam melaksanakan shalat hanyalah Allah Swt.

Jadi, kita bukan menyembah Ka’bah, melainkan menyembah Allah Swt. Fungsi Ka’bah atau arah kiblat hanya menjadi titik kesatuan arah dalam shalat.

Walaupun diwajibkan menghadap kiblat, namun ada beberapa kondisi ketika kita diperbolehkan tidak menghadap ke kiblat, yaitu sebagai berikut:

  1. Situasi tidak memungkinkan

Apabila situasi tidak memungkinkan, kita diperbolehkan shalat tanpa menghadap kiblat. Misalnya, orang sakit yang shalat sambil berbaring, tunanetra yang tidak tahu arah kiblat dan tidak ada yang mengarahkan, atau seseorang yang berada di daerah asing (luar negeri) yang mayoritas penduduknya non-Muslim. Allah Swt. berfirman,

Allah tidak akan membebani manusia kecuali sesuai kadar kemampuannya …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 286).

  1. Shalat di kendaraan

Apabila naik kendaraan umum, misalnya pesawat, kereta api, bus, dan sebagainya, kita diperbolehkan shalat di kendaraan tanpa harus menghadap kiblat. Ibnu Umar r.a. berkata,

Sesungguhnya Rasulullah Saw. shalat di atas kendaraan sesuai arah kendaraan tersebut” (H.R. Muslim).

Tentu saja, apabila membawa kendaraan pribadi, alangkah baiknya kita berhenti di masjid agar bisa shalat menghadap kiblat.

  1. Situasi tidak aman

Dalam situasi genting atau tidak aman, misalnya terjadi gempa, banjir, atau peperangan, kalau tidak memungkinkan kita diperbolehkan shalat tanpa menghadap kiblat. Allah Swt. berfirman,

Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan …” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 239).

Sumber: dikutip dari buku “ JANGAN HANYA 5 WAKTU ” karya Dr.Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

924