Mempersiapkan Kehamilan Dengan Usia Terbaik Untuk Generasi Terbaik

0
132

PERCIKANIMAN.ID – – Peran keluarga dalam Islam sangatlah penting. Kita harus membuat planning agar keluarga kita dapat selamat  dunia dan  akhirat. Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (H.R. Muslim)

 

iklan

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang biasanya terdiri atas suami, istri, dan anak. Dalam membangun sebuah keluarga diperlukan persiapan yang matang. Persiapan tersebut harus dapat menjamin kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

 

Misalnya, ketika seorang istri hamil, ia harus memperhatikan kesehatan diri dan bayi yang dikandungnya, karena data statistik kesehatan di Indonesia menyebutkan:

 

  1. Kematian wanita tertinggi adalah karena masalah kehamilan dan persalinan, urutan penyebab kematian wanita di Indonesia,
    1. perdarahan pada persalinan
    2. keracunan kehamilan / kenaikan tekanan darah dan kejang
    3. infeksi persalinan dan nifas
    4. pengguguran kandungan
    5. kanker leher rahim
    6. kanker rahim

 

2. Wanita paling sehat ialah mereka yang hamil antara usia 20 sampai 30 tahun dengan jarak antara 2-3 tahun.

    1. Penyakit pada wanita di bawah 20 tahun; keracunan kehamilan, panggul sempit, gangguan psikis
    2. Penyakit pada wanita di atas 30 tahun; tekanan darah tinggi, tumor kandungan (seperti mioma, kista), kondisi tubuh sudah menurun, gangguan hati, gangguan ginjal.
    3. Jarak antara kehamilan yang terlalu dekat mengakibatkan kerusakan pada diri ibu, seperti gigi berlubang, tulang keropos, anemia, proses menyusui tak sempurna, rahim dan liang peranakan belum kembali sempurna, kurang terjalinnya hubungan psikologis ibu anak.
    4. Makin banyak jumlah anak, makin menurun kondisi kesehatan ibu, makin mungkin terjadi perdarahan, ari-ari menghalangi jalan lahir, ari-ari melengket, kerusakan jalan lahir.

 

3. Cacat janin bawaan akan meningkat apabila wanita hamil berusia di atas 35 tahun (down syndrome)

 

Dan hendaklah takut kepada Allah swt orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir akan kesejahteraannya…” (Q.S. An-Nisa 4:9)

 

Allah swt. tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau berubah. Pandangan orang tua dulu yang meyakini “banyak anak banyak rezeki”, sudah tidak relevan lagi. Selain masalah kesejahteraan dan masa depan anak, perlu juga diperhatikan  masalah kesehatan ibu –yang mengandung mereka –seperti yang telah dicantumkan di atas.

Sumber: buku” KEHAMILAN YANG DIDAMBA” karangan dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG(K)., M.M & Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

835