Tips Membangun Rumah Tangga Yang Harmonis, Ini 7 Langkah Mudahnya

0
423
Puasa Ramadhan itu bukan sekedar menahan lapar dan dahaga saja. ( ilustrasi foto: pixabay)

 

PERCIKANIMAN.ID – –  Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaiamana agar rumah tangga selalu harmonis, sakinah dan penuh rahmah? Mohon nasihatnya dan terima kasih. ( Alida via email )

iklan

 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sungguh ini pertanyaan yang simple atau singkat tetapi mempunyai makna dan penjelasan yang panjang.

Nah, tips atau kiat penting untuk membantu meraih kebahagiaan dalam keluarga yang harmonis, sakinah dan penuh rahmat kurang lebihnya bisa diurai sebagai berikut.

 

  1. Niat yang tulus

Karena menikah dan berumah tangga adalah bagian dari ibadah maka niatkan bahwa menikah juga untuk mencari dan menggapai ridho Allah. Menikah untuk mendapatkan rasa tentram dan kasih sayang yang diridhoi Allah,

(21). وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

 

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Maka jangan sampai menikah hanya sekedar memenuhi hasrat biologis, menikah hanya ikut trend, menikah hanya sekedar agar disebut punya pasangan, jangan seperti itu. Dengan niat yang tulus hanya mencari ridho Allah maka dalam perjalanan rumah tangga akan selalu mendahulukan Allah ketimbang ego pribadi dalam menyelesaikan masalah.

  1. Doa yang terus menerus

Sesungguhnya kita beradaan dalam keadaan yang labil atau tidak stabil dalam jangka waktu yang lama. Maka jangan lupa senantiasa berdoa agar Allah senantiasa memberikan kepada kita keluarga yang harmonis, sejuk dan damai. Anak istri menjadi penyejuk hati dan pandangan suami. Doa yang bisa kita baca misalnya,

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).

Atau berdo’a,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)

  1. Menjalin komunikasi dan siap mendengarkan

Komunikasi sangat penting untuk dapat mengetahui pikiran maupun perasaan orang lain. Bagaimana kita bisa peduli dengan pasangan kita jika tidak kenal dan tahu apa yang ia pikirkan dan rasakan? Seorang istri yang melihat suaminya pulang kantor dengan wajah murung, bertanya dengan penuh perhatian tentang masalah yang dihadapi untuk kemudian dibicarakan bersama, akan menunjang terciptanya komunikasi yang baik dalam keluarga.

Bandingkan dengan istri yang ketika suami pulang kantor masih sibuk menonton telenovela, tidak peduli terhadap suasana hati suaminya. Dalam berkomunikasi, suami atau istri tidak hanya perlu memiliki kesediaan untuk mendengarkan apa yang disampaikan pasangannya, namun juga perlu mengetahui cara untuk mendorong pasangannya menceritakan semua pikiran dan perasaan mereka serta tahu bagaimana menginterupsi dan melakukan intervensi yang tepat. Dalam hal ini, perlu pula mengenali bahasa nonverbal pasangan kita.

 

4. Saling percaya

Suami maupun istri akan mau menceritakan semua yang dipikirkan dan dirasakannya bila ia yakin dan percaya kepada pasangannya. Seperti contoh tadi, saat ditanya istrinya mengenai masalah yang dihadapi, bila suami percaya bahwa istrinya dapat membantu memecahkan masalah dan menyimpan rahasia, ia akan menceritakan semua pikiran dan perasaannya. Contoh lain, seorang istri akan tetap merasa tenang walaupun suaminya sering pulang malam karena ia percaya akan niat baik dan kesetiaan suaminya.

 

Tidak menutup kemungkinan selama hidup bersama, seorang suami atau istri pernah mengalami kejadian yang membuatnya tidak mempercayai pasangannya, namun demikian, demi kebahagiaan keluarga, dengan berbesar hati diharapkan ia dapat memaafkan dan memberi kesempatan lagi pada pasangannya. Sementara pasangannya harus berusaha untuk meraih kembali kepercayaan dan siap untuk selalu menjaganya dengan baik.

5. Saling memberi dukungan

Setiap orang memiliki kebutuhan untuk disenangi dan dicintai juga kebutuhan untuk berbagi kasih sayang dan kehidupan. Keluarga yang sehat akan mampu memenuhi kebutuhan ini. Dalam keluarga sehat, setiap individu diterima apa adanya, bukan karena apa yang ia miliki dan lakukan.

Ketika menghadapi musibah suami kehilangan pekerjaan misalnya, dalam keluarga yang sehat istri tidak menjadi merasa berhak untuk merendahkan atau menekan suaminya, melainkan justru memberikan dukungan. Bahkan jika perlu, ia memanfaatkan keterampilan yang dimilikinya sebagai alternatif sumber penghasilan.

6. Saling menghargai/menghormati

Setiap individu lahir dalam kondisi yang berbeda sekalipun dari keluarga yang sama. Oleh karenanya suami atau istri perlu memberi ruang yang luas untuk perbedaan yang ada, sehingg tercipta toleransi yang cukup tinggi terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. Kita harus siap menghargai apapun keputusan yang telah dibuat oleh pasangan kita setelah segala konsekuensi yang mungkin muncul dibicarakan bersama.

Sebagai contoh, walau impian istri keluarga akan bahagia bila berada dalam satu rumah, namun ia tetap berusaha mendukung dengan kondisi pekerjaan yang mengharuskan suami bekerja di luar kota. Dari jarak jauh ia tetap berusaha memberi perhatian kepada suami, menjaga diri dan anak-anak agar suami dapat bekerja dengan tenang.

7. Menyediakan waktu untuk keluarga

Bagaimana suami atau istri dapat menjalin komunikasi bila tidak memiliki waktu bersama? Bagaimana pula suami atau istri dapat saling memberi dukungan dalam menghadapi  kesulitan maupun masalah tanpa adanya komunikasi? Oleh karena itu, sesibuk apapun kita, waktu untuk pasangan dan keluarga harus tetap disediakan. Seandainya suami atau istri harus berada di kota lain, kebersamaan tetap dapat dijaga dengan bantuan teknologi komunikasi yang saat ini semakin berkembang.

Tips ini akan sangat membantu bila pasangan suami istri menyadari dan berkeinginan melaksanakannya secara bersama-sama, sehingga dapat saling mengingatkan dan mendukung.

Bila suami istri berhasil menjalin ikatan yang kuat dengan penuh kasih sayang dan cinta, hal tersebut akan dapat dirasakan oleh buah hati mereka. Anak-anak dapat belajar dari orang tuanya cara berkomunikasi, mendengarkan dengan baik, percaya, mendukung, dan menghargai orang lain termasuk dengan pasangan.

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 082127737972 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

893