Ulama dan Masyarakat Jabar Kembali Aksi Tolak RUU HIP

0
177

PERCIKANIMAN.ID – – Seribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Ulama dan Tokoh Jabar kembali melakukan aksi dan orasi di depan Gedung Sate Kota Bandung terkait penolakan RUU HIP dan upaya kebangkitan paham komunisme,  Ahad (5/7/2020). Orasi sendiri dilakukan oleh perwakilan massa baik dari ormas Islam maupun tokoh masyarakat.

Hadir dalam kesempatan kali ini tokoh nasional dan pengacara muslim Eggy Sudjana yang turut melakukan orasi. Dalam orasinya Eggy mengatakan bahwa semangat atau spirit Pancasila yang digagas dan buah pikir para ulama adalah adanya semangat monoteisme dalam berketuhanan.

iklan

“Indonesia adalah Negara yang bertauhid baik secara teologis, yuridis maupun politisnya. Sejak dulu awal kelahiran Indonesia para founding father kita telah menanamkan spirit tauhid itu,”ungkapnya.

Untuk itu menurut Eggy penghapusan spirit bertauhid dalam bernegara khususnya Pancasila adalah sebuah penyelewengan dan pengkhiatanan sejarah.

“ RUU HIP ini harus ditolak total tanpa ada kompromi dan tawar menawar,” tegasnya.

Selaku advokat, dirinya mempertanyakan mengapa para aparat penegak hukum diam saja padahal jelas-jelas perbuatan makar orang atau pihak yang ingin merubah Pancasila sebagai ideologi negara

“Kok Polisi diam saja, padahal pihak yang membela PKI itu dan mendukung RUU HIP ini jelas melakukan makar secara terang-terangan,”tegas dari podium.

Menurut Eggy hal ini tidak perlu pelaporan karena termasuk tindak pidana kriminal umum yang mengancam keselamatan dan keutuhan Negara.

“Penundaan RUU HIP hanyalah akan menjadi bom waktu, Negara jangan kalah dengan para pengkhianat,”ujarnya lagi.

Eggy pun mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk terus mengawal RUU HIP agar dibatalkan secara total. Hal ini merupakan hak konstitusional karena rakyat berdaulat.

Sementara itu Ketua Harian Dewan Dakwah Jabar Roinul Balad dalam orasinya di depan Gedung Merdeka menyatakan bahwa sejarah telah mencatat dengan sah dan meyakinkan bahwa kelompok yang melakukan makar dan ingin mengganti Pancasila adalah PKI yang berpaham komunis. Namun upaya kudeta berdarah tersebut dengan izin Allah Swt dapat digagalkan.

“Hari ini ada upaya kembali mengkudeta dengan memanfaatkan jalur konstitusional maka harusnya yang menolak kudeta tersebut adalah legislatif (DPR) dan eksekutif (Presiden),” terangnya.

Untuk itu, sambungnya rakyat dan umat Islam harus meminta DPR menyatakan penolakannya akan adanya neo komunis dan segala ajarannya juga bentuk bentuk berada di Negara Indonesia ini.

“Kita ingatkan dan ajak kepada Presiden dan seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menjaga ideologi Pancasila yang coba dikudeta tersebut,”imbuhnya.

Menurutnya orang atau kelompok yang berpaham ideology komunis pada mulanya hanya akan mengkudeta secara konstitusional lewat undang-undang. Namun jika itu berhasil tahap selanjutnya akan mengkudeta secara fisik dengan menumpakkan darah lagi.

Setelah melakukan orasi di depan Gedung Sate, massa aksi melanjutkan longmarch dengan menyusuri jalan-jalan protocol di Kota Bandung dan berakhir menjelang Maghrib di depan Gedung Merdeka jalan Asia Afrika.

Menurut keterangan koordinattor aksi setidaknya ada 38 elemen ormas dan OKP yang turut mendukung aksi tersebut antara lain FPI, Jama’ah Anshorusy Syariah, Hidayatullah Jabar, Dewan Dakwah Jabar, ANNAS, KB PII Jabar, Persis Cimahi, Syarikat Islam Jabar, Parmusi Jabar, Eksponen Muhammadiyah Jabar, Pemuda Pancasila, FKPPI, Garda BBC Bandung dan sebagainya.[ ]

4

Rep: iman

Editor: admin

937