Memahami Qadha dan Qadar, Yakini Dengan Keimanan

0
96

PERCIKANIMAN.ID – – Mempercayai Qadha dan Qadar adalah salah satu rukun iman bagi seorang muslim. Bahasan tauhid dalam Asy’ariyyah dibahas menjadi 3 bagian, yakni berkenaan dengan Ilahiyyah (Sifat2 Allah), Nubuwwah (Sifat2 Kenabian), dan Sam’iyyat (informasi yang disampaikan Nabi Saw). Di antara Sam’iyyat adalah masalah qadha dan qadar.

Qadha menurut lughawi (bahasa) artinya ketetapan. Menurut istilah adalah ilmu Allah yang meliputi seluruh makhluk2-Nya termasuk kejadian yang akan datang.

iklan

Kesalahan memahami Qadha adalah menganggapnya sebagai ijbar (pemaksaan) terhadap tindakan2 manusia.

Sifat Ilmu Allah Qadim Azali (ada sejak Ada dan Sempurna). Sedangkan manusia lahir tanpa tahu apa-apa. Jika tidak belajar ia tidak tahu.

Di dalam Al Quran ada ayat-ayat yang menunjukkan bahwa seluruh kehidupan ini sudah ditetapkan oleh Allah di Lauhil Mahfuzh, misalnya Al Hadid: 22,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِيْ كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيْرٌ

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa diri kalian, semuanya telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” ( QS. Al Hadid: 22)

Manusia banyak yang kagum kepada kepintaran seseorang yang menguasai berbagai disiplin ilmu, tapi tidak kepada Ilmu Allah yang tak terbatas. Allah mengetahui semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di malam hari.

Allah mengetahui apa yang di pikiran manusia dalam waktu sekejap. Allah mengetahui isi hati manusia, yang maksiat dan taat/syukur. Termasuk mengetahui setiap diri manusia penghuni surga atau neraka.

Ketundukan kepada Allah harus total karena Allah mengetahui manusia secara total. Para Wali Allah hanya ingin dekat dan mengenal Allah, ingin dibimbing dengan Ilmu-Nya.

Qadha yang diberlakukan kepada makhluk-Nya dinamakan Qadar. Qadar tidak akan meleset dengan qadha-Nya.

Maksud disampaikan tentang Qadha adalah agar tidak bersedih hati dari yang luput. Dan tidak terlena, sombong atau lupa diri dengan apa yang didapat. Dengan mengetahui qadha (Ketetapan) Allah maka hatinya akan tenang.

Manusia sebagai makhluk yang berakal diberikan huriyyah (kebebasan) kehendak, berfikir, memilih, memutuskan dalam menjalankan kehidupannya. Sedangkan alam dan benda-benda tidak. Alam bertasbih (tunduk) kepada ketetapan Allah.

Dengan kebebasan itu manusia akan dimintai pertanggungjawaban dan dibalas, sedangkan makhluk lain tsb tidak.

Ada ketetapan Allah yang memaksa manusia tidak bisa menolaknya, yakni kelahiran dan kematiannya.

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ

 

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali sampai kaum itu merubah dengan dirinya sendiri. “(Q.S. Ar Ra’d: 11)

Firman Allah ini menunjukkan manusia diberikan kemampuan untuk merubah situasi dirinya sendiri kepada perubahan yang dikehendakinya. Ayat-ayat senada ini juga banyak dalam Al Quran.

Ayat tersebut diungkapkan agar manusia di balik kebebasan manusia memilih/memutuskan, Allah dengan Keadilan-Nya memberikan petunjuk kepada 2 jalan (najdain). Sehingga ketika manusia memilihnya Allah tidak disalahkan manusia.

Karena diberikan potensi akal dan hati untuk memilih maka keduanya harus digali melalui majelis ilmu dan dzikir. Jika tidak dilakukan maka akan mampu mengikuti petunjuk Allah yang benar/lurus.

Berserah diri bukan berarti diam, tapi aktif mengikuti bimbingan Ulama sehingga terjadi perubahan. Pemahaman salah tentang Qadha Qadar membuat lemah semangat karena dianggap semua perbuatan atau kejadian sudah ditetapkan-Nya.  [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

920