Hukum Menolak Lamaran Dalam Islam, Boleh atau Terlarang?

0
249

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaikum, Pak Aam, ada seorang ikhwan yang ingin melamar saya. Dia sudah akrab dengan keluarga terutama bapak saya. Tapi dengan saya tidak saling mengenal. Saya tahu kalau dia mau melamar juga dari bapak saya. Pertanyaannya, sabolehkah seorang wanita atau akhwat menolak khitbah/lamaran dari ikhwan yang tidak sesuai?Sebenarnya ada pertimbangan lain yang tidak bisa saya ceritakan ke ustadz. Mohon nasihatnya. Terima kasih ( W via fb )

 

iklan

Wa’alaikum salam ww.  Bapak ibu dan sahabat- sahabat yang dirahmati Allah. Mengkhitbah atau melamar ini merupakan salah satu langkah menuju pernikahan. Jadi sebelumnya ada proses ta’aruf atau saling mengenal dulu, kemudian baru tahap khitbah atau melamar. Jadi baiknya saling kenal atau minimal mengenal dulu calon suami atau istri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Biasanya atau umumnya yang mengkhitbah atau melamar itu pihak laki-laki (ikhwan) kepada pihak wanita (akhwat). Kemudian pihak yang dilamar menerima atau menolak lamaran tersebut.

Nah, pertanyaan Anda bolehkah wanita atau akhwat menolak lamaran atau khitbah? Ada sebagian ulama mengatakan bahwa menolak khitbah seorang ikhwan adalah terlarang dengan merujuk pada sabda Nabi Saw.

Apabila datang kepadamu seorang yang engkau sukai agama dan akhlaknya untuk mengkhitbah, maka terimalah! Kalau itu tidak engkau lakukan  maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi”. (HR. Tirmidzi).

Dengan hadits ini seringkali para ikhwan menjadikannya alat untuk menjerat akhwat yang disukainnya agar mau menerima lamarannya, walaupun akhwat tersebut kurang “berselera”.

Namun sesungguhnya peringatan hadits ini kalau dibaca dalam konteks yang utuh, bukan ditujukan kepada akhwat, namun ditujukan kepada wali akhwat. Maksudnya, seorang wali harus menjadikan faktor akhlak dan keshalehan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan jodoh untuk anaknya.

Jadi bagi orangtua dalam hal ini wali akhwat, misalkan kalau ada calon menantu yang jelas sholeh, taat beribadah, taat beragama, akhlaknya mulia dan sifat baik lainnya maka wali atau orangtua dilarang menolak. Orangtua atau wali harus mendahulukan kriteria agamanya dulu dibanding yang lain.

Sementara untuk akhwatnya itu sendiri diberi kebebasan untuk menerima atau menolak lamaran siapapun, baik yang melamar itu “santri” ataupun “preman”. Jadi Anda boleh menolak lamaran ikhwan sekiranya ada hal yang tidak cocok atau tidak ”klik” istilahnya.

Namun saran saya, sekiranya ikhwan tersebut secara lahiriah terlihat sholeh, taat agama, berakhlak mulia, fisiknya juga bagus maka sebelum menolak lamarannya alangkah baiknya Anda shalat istikharah dulu. Libatkan Allah dalam perkara besar tersebut, minimal berdoa dan memohon petunjuk Allah, sehingga menerima atau pun menolak khitbah adalah ridho dan bimbingan Allah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshowab. [ ]

 

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ 

 

5

Red: admin

Editor:iman

935