Pertanyaan Alam Kubur Dan Jawabannya, Ini Yang Harus Disiapkan

0
550

Assalamu’alaikum, Pak Aam,saat sendiri atau sedang sakit saya merasa takut mati. Saya takut tidak bisa menjawab pertanyaan kubur dan mendapat siksa.Ssaya ingin mengetahui pertanyaan-pertanyaan di alam kubur yang sebenarnya berdasarkan pada dalil Al-Quran dan hadits? Terus bahasa apa yang dipakai dalam pertanyaan tersebut?Mohon nasihatnya dan terima kasih. ( Hamba Allah via fb)

 

iklan

Wa’alayikum salam, wr.wb. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Takut mati tentu saja boleh dan sangat manusiawi. Namun yang tidak boleh adalah takut yang berlebihan dan tidak masuk akal. Sebab yang namanya kematian adalah sebuah kepastian yang akan kita alami, hanya saja waktu, tempat maupun cara adalah rahasia Allah.

(78)………………أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana pun kamu berada, kematian akan menjemputmu meskipun kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kukuh…..” ( QS.An Nisa [4]: 78)

 

Jadi kematian itu pasti akan dialami semua makhluk hidup, termasuk manusia. Sehebat dan secanggih apa pun alat kesehatan, obat dan teknologi tidak akan mampu menghalangi. Orang sehat, sakit, kaya, miskis, muda, tua dan sebagainya akan merasakannya.

 

Kemudian kita harus meyakini sepenuhnya bahwa setiap manusia akan mendapat pertanyaan di alam kubur yang dilontarkan oleh malaikat Munkar Nakir sebagai penjaga alam kubur. Pertanyaan tersebut merupakan fase awal bagi manusia dalam menempuh kehidupan di alam kubur. Adapun dalil yang menegaskan tentang adanya pertanyaan di alam kubur disebutkan dalam ayat berikut ini :

 

(27). يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Q.S. Ibrahiim [14] : 27).

 

Para ahli tafsir menyatakan bahwa ayat di atas mengisyaratkan akan adanya pertanyaan di alam kubur. Adapun mengenai redaksi pertanyaannya disebutkan dalam beberapa hadits berikut ini : Dari Anas bin Malik r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,

 

“Apabila mayat diletakkan di kuburnya, sesungguhnya mayat itu mendengar suara sandal para pengantar saat pulang. Kemudian datanglah dua malaikat, keduanya mendudukkannya, dan bertanya kepadanya, ‘Apa pendapatmu tentang laki-laki ini (Muhammad saw.)?’ orang yang beriman akan menjawab, ‘Saya bersaksi bahwa dia adalah hamba dan utusan Allah.’ Maka dikatakan kepadanya, ‘Perhatikan tempatmu di neraka. Allah telah menggantinya dengan tempat di surga.’ Mukmin itu pun dapat melihat surga dan neraka. Orang munafik atau kafir akan ditanya, ‘Apa pendapatmu tentang laki-laki ini (Muhammad saw.)?’ orang munafik atau kafir menjawab, ’Aku tidak mengetahui. Aku mengatakan seperti yang diucapkan orang-orang.’ Malaikat berkata, ’Kamu tidak mengetahui dan tidak membaca!’ Maka ia dipukul dengan palu godam, sehingga berteriak dengan suara yang didengar makhluk di sekitarnya, selain manusia dan jin.” ( HR. Bukhari ).

 

Sementara dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang diajukan oleh sepasang malaikat penanya di alam kubur itu adalah pertanyaan:

 

Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa orang yang diutus kepada kalian itu? Apa amal perbuatanmu? Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?

 

Imam Tirmidzi meriwayatkan, pertanyaan di alam kubur adalah, untuk apa umurmu kau habiskan? Apa yang kau lakukan dengan ilmumu? Dari mana kau peroleh hartamu? Untuk apa kau membelanjakannya? Untuk apa tubuhmu kau gunakan?.

 

Adapun mengenai bahasa yang digunakan, tentu saja bahasa yang akan dimengerti oleh semuanya. Persoalan apakah nantinya akan menggunakan bahasa Arab atau bahasa lainnya tidaklah prinsif.

 

Selain karena tidak terdapat rincian dalil mengenai hal itu, kita meyakini bahwa bagi Allah mudah saja untuk memberi pengetahuan bahasa pada penghuni kubur dalam waktu sekejap sehingga dapat memahami pertanyaan yang diajukan oleh malaikat Munkar Nakir.

 

Memang sejauh ini kita mengetahui adanya keterangan tentang pertanyaan di alam kubur tersebut dari Al-Quran dan hadits yang berbahasa Arab. Namun bukan berarti itulah bahasa yang akan dipakai di alam kubur. Bukankah manusia juga terlahir ke dunia tanpa membawa pengetahuan tentang bahasa?

 

Berdasarkan hadits riwayat Bukhari di atas, yang terpenting adalah mempersiapkan keimanan yang kokoh dalam diri kita, dengan demikian insyaAllah apapun pertanyaan di alam kubur nanti yang diajukan akan dengan mudah dijawab dengan bahasa ”keimanan” tersebut.

 

Jadi sekali lagi kematian itu tidak perlu ditakuti, yang ditakuti adalah meninggal tidak membawa bekal, meninggal tidak membawa iman, meninggal banyak dosa. Itu yang perlu ditakuti. Maka itu persiapan amal shalih sebelum meninggal itu yang harus dilakukan setiap waktu, setiap saat. Sehingga ketika meninggal kapan pun, dimana pun kita siap dengan bekal terbaik. Demkian penjelasannya, semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab.[ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

947