Shalat Witir Setelah Isya Tapi Tidak Tahajud, Bolehkah?

0
84
( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Saya mempunyai kebiasaan setiap Shalat Isya biasanya diakhiri dengan Shalat Witir, tapi saya tidak pernah melakukan Shalat Tahajud. Bagiamana menurut ustadz, boleh atau tidak? Mohon nasihat dan penjelasannya. ( Shanty via fb )

 

iklan

Wa’alaykumsalam. ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Kalau Anda biasa melakukan Shalat Witir setelah Shalat Isya, tetapi tidak melakukan shalat malam atau qiyamul lail, menurut hemat saya boleh melakukan hal itu.

Pada prinsipnya shalat malam itu bisa dilakukan ba’da Isya sampai dengan menjelang Subuh. Itulah rentang waktu shalat malam, walaupun yang afdholnya adalah pada pertengahan atau sepertiga malam. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menggambarkan bahwa dari rentang waktu ba’da Isya sampai dengan menjelang Subuh, waktu yang terbaik diantara rentang itu adalah pertengahan sampai sepertiga akhir malam.

Pertengahan malam itu sekitar jam satu malam sedangkan sepertiga akhir malam itu sekitar jam 3 pagi atau menjelang Subuh. Itulah waktu yang paling bagus. Akan tetapi tentu tidak salah kalau Anda shalat Witirnya setelah Shalat Isya.

Setelah Shalat Isya Anda Shalat Witir sebanyak 3 raka’at kemudian Anda tidur dan bangun diwaktu Subuh, itu yang biasa Anda lakukan. Kalau bicara boleh, menurut pendapat saya Anda boleh melakukan hal itu, kalau bicara pahala, tentu Anda akan mendapatkan pahala daripada orang yang tidak melakukan. Itu prinsipnya.

Witir itu bisa dilakukan sebelum tidur, artinya setelah kita melakukan Shalat Isya kita shalat 3 raka’at tanpa tahiyat awal, itu yang namanya Shalat Witir.

Nah kemudian Anda tidur dan nanti jam setengah empat Anda bangun, sisanya yang belum dilakukan, Anda lakukan dengan formasi 4 raka’at salam, kemudian 4 raka’at salam atau boleh juga dua raka’at salam, dua raka’at salam, dua raka’at salam, dua raka’at salam, sehingga jumlahnya menjadi 8 raka’at.

Ini adalah Shalat Malam atau Shalat Tahajud, sebagai penambahan atau penyempurnaan dari Witir yang sudah anda lakukan sebelum tidur. Kalau Anda mempunyai kesempatan (setelah bangun) untuk shalat Tahajud, sangat afdhol kalau Anda lakukan.

Tapi kalau Anda tidak melakukan Shalat Tahajud tentu tidak apa-apa dan shalat Witir yang Anda lakukan sebelum tidur itu tetap saja mendapatkan pahala dan keutamaan.

Namun demikian saran saya, Anda tetap harus mempunyai atau berniat untuk bisa melaksanakan shalat Tahajud, meski pun tidak sampai  8 rakaat. Misalnya menjelang Subuh Anda bangun dan berkesempatan shalat Tahajud 2 rakaat, ya laksanakan saja. Besoknya Anda bisa 4 rakaat, ya laksanakan saja. Jadi Anda membiasakan diri dulu maka akan terbiasa. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshwab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 08112202496 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

buku shalat wudhu

5

Red: olin

Editor: iman

937

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini