Masjid Akan Dibuka Untuk Shalat Berjamaah, Ini Ketentuannya Dari Kemenag

0
181
Selain tempat ibadah, masjid jugasebagai salah satu syiar Islam (ilustrasi foto: pixabay)
Masjid akan dibuka untuk ibadah, namun harus mengikuti ketentuan dari Kemenag (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID  — Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang ‘Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi’ pada Sabtu (30/5/2020). SE ini juga mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

“Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid-19,” kata Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi saat konferensi pers daring di Kantor BNPB, Sabtu (30/5/2020).

iklan

Berikut ini  11 kewajiban pengurus rumah ibadah yang diatur, sebagai berikut.

1.Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah.

2.Melakukan pembersihan dan desinfeksi secara berkala di area rumah ibadah.

3.Membatasi jumlah pintu atau jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

4.Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah.

5.Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu lebih dari 37,5 Celcius dalam dua kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit, maka tidak diperkenankan memasuki area rumah ibadah.

6.Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai atau kursi, minimal jarak satu meter.

7.Melakukan pengaturan jumlah jamaah atau pengguna rumah ibadah yang berkumpul dalam waktu bersamaan. Guna memudahkan pembatasan jaga jarak.

8.Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

9.Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat.

10.Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

11.Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jamaah tamu yang datang dari luar lingkungan rumah ibadah.

Sementara itu ada sembilan kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

  1. Jamaah dalam kondisi sehat.

2.Meyakini rumah ibadah yang digunakan telah memiliki surat keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang.

3.Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area rumah ibadah.

4.Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

5.Menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan.

6.Menjaga jarak antarjamaah minimal satu meter.

7.Menghindari berdiam lama di rumah ibadah atau berkumpul di area rumah ibadah selain untuk kepentingan ibadah yang wajib.

8.Melarang beribadah di rumah ibadah bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

9.Ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di rumah ibadah sesuai dengan ketentuan.

Sementara jika rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan seperti akad pernikahan atau perkawinan, maka selain tetap mengacu pada ketentuan di atas, aturan berikut harus juga dipatuhi.

  • Memastikan semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19.
  • Membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20 dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang.
  • Pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin.

Hal-hal yang belum diatur dalam panduan ini, akan diatur secara khusus oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat dan Majelis-majelis Agama terkait. Panduan ini akan dievalusi sesuai dengan perkembangan pandemi Covid-19. [ ]

Sumber: republika.co.id

4

Red: admin

Editor: iman

839