Melestarikan Amal Shalih Setelah Bulan Ramadhan

0
174
Meski Ramadhan telah berlalu namun amal shalih jangan beku. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Ramadhan yang mulia dengan segala limpahan pahala telah berlalu. Namun demikian amal-amal shalih yang kita giatkan selama Ramadhan janganlah terhenti dan berkurang.

Justru sebaliknya masuknya bulan Syawal sebagai bulan perbaikan dan peningkatan amal shalih harus menjadi ajang membuktikan diri bahwa segala amal shalih selama Ramadhan harus terus dilestarikan hingga bertemu Ramadhan tahun depan.  Semangat ini harus terus dijagaaaa, sebagaimana pesan Rasul dalam haditsnya:

iklan

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أيضا  قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((إِذَا مَرِضَ العَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا)). رواه البخاري.

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu pula, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:

Apabila seseorang hamba itu sakit atau bermusafir, maka dicatatlah untuknya pahala ketaatan sebagaimana kalau ia mengerjakannya di waktu ia sedang berada di rumah sendiri dan dalam keadaan sihat.” (HR. Bukhari)

Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist:

1.Hadist ini menunjukkan betapa besar karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi mereka yang bisa melestarikan amalan yang baik.

2.Barang siapa mempunyai amalan yang Istiqomah maka ia meninggalkan disebabkan oleh adanya udzur yang benar, maka ia terus akan ditulis baginya seperti amalan baiknya.

3.Maka mengenalah Allah tatkala lapang maka Allah akan mengenal kita tatkala dalam keadaan sempit.

Jika kit telaah lagi maka dapat kita temukan bahwa tema hadist tersebut berkaitan dengan beberapa kandungan dalam Al Quran. Marilah kita baca kembali Al Quran misalnya tema tentang,

  1. Ikhlas dalam beramal hanya karena Allah Swt., yaitu dengan menaati apa yang telah diperintahkan oleh Allah Swt. kepada mereka.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh)surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Fushilat :30-32)

  1. Beramal kebaikan pada hakekatnya untuk dirinya sendiri.

(15). مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.” (QS.Al-Jatsiyah: 15).

Semangatlah terus untuk melestarikan amal shalih selama Ramadhan itu harus terus terjaga sepanjang tahun. Ini menjadi semangat baru dalam beribadah dan taat kepada Allah Swt.

Kita sudah melakukan “pemanasan” selama bulan Ramadhan dalam taat dan beramal shalih kepada Allah. Ibarat kendaraan yang sudah dipanasi mesinnya, ia sudah siap untuk berjalan sampai tujuan maka jangan biarkan mesin itu padam dan dingin kembali. [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

905