Menjaga Amalan Setelah Ramadhan, Tingkatkan Ibadah Sunnahnya

0
348
Pengaruh membaca Al Quran menyehatkan fisik dan mental. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, sebelumnya saya mengucapkan Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maaf mau bertanya ,kalau selepas Ramadhan amal ibadah kita tidak segiat selama puasa, apakah itu artinya puasa kita sia-sia ustadz? Saya kadang kurang semangat setelah Ramadhan atau ada penurunan kualitas dan kuantitas ibadah. Apakah sikap saya tersebut dapat dibenarkan, ustadz? Bagaimana agar ibadah kita stabil setelah Ramadhan? Mohon nasihatnya. ( Han via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Atas nama pribadi dan mewakili Majelis Percikan Iman, saya pun mengucapkan Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, taqabbalallahu minna waminkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan kita mendapat maghfirah atau ampunan-Nya. Aamiin.

iklan

Jadi penilaian kualitas shaum dilihat dari dua sisi, yaitu selama Ramadhan itu berlangsung dan setelah Ramadhan berlalu. Pada saat Ramadhan berlangsung merupakan arena pelatihan diri agar memiliki kualitas ketaqwaan yang memadai, sebagaimana yang diperintahkan Allah,

(183). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai, orang-orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa,” ( QS. Al Baqarah: 183)

Menjadi pribadi bertakwa itulah tujuan utama kita berpuasa. Allah mencatat segala jerih payah shaum yang kita lakukan selama sebulan penuh. Setelah Ramadhan berlalu merupakan pembuktian dari hasil melatih diri sebulan penuh. Itu sebabnya mengapa nama bulan setelah Ramadhan disebut Syawwal yang artinya ‘peningkatan’ atau bisa diartikan ‘pembuktian’. Allah akan menilai sejauh mana keberhasilannya itu.

Pembuktian setelah Ramadhan sedikit banyak mempengaruhi penilaian shaum secara keseluruhan. Namun tidak berarti harus mengabaikan masa pelatihannya. Apalagi di masa pelatihan, begitu banyak keutamaan yang bisa diraih.

Logikanya, bagaimana hasil dari pembuktiannya bagus, kalau pelatihannya tidak serius? Atau keutamaan yang banyak diraih pada masa pelatihan akan menjadi persediaan cukup kalaupun harus terkurangi akibat pembuktian yang lemah.

Jadi jangan sampai kita menjadi orang yang gagal atau merugi dalam puasa dan ibadah-ibadah selama Ramadhan. Apa tandanya? Coba simak nasihat Rasulullah Saw,

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِـهِ إلاَّ الْجُوْعِ وَالْعَطَشِ .

Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan haus.” (HR.Ahmad)

Jangan sampai shaum Ramadhan yang kita lakukan hanya memperoleh atau sekedar merasakan lapar dan haus semata. Untuk itu setelah Ramadhan maka harus ada jejaknya dengan meningkatnya ibadah di bulan-bulan setelah Ramadhan.  Hasil latihan dan pendidikan selama Ramadhan harus nampak dalam amal ibadah sesudah Ramadhan, misalnya:

  1. Menjadi orang yang ikhlas

Salah satu ibadah kita berkualitas adalah adanya atau didasari keikhlasan hanya karena Allah bukan mengharap pujian manusia. Puasa Ramadhan mengajarkan kita keikhlasan, kalau mau berbohong bisa saja misalnya makan minum ditempat gelap agar orang tidak tahu. Tetapi itu tidak kita lakukan karena kita beribadah puasa dengan niat ikhlas bukan mengharap balasan atau pujian manusia.

  1. Rajin mengerjakan ibadah sunnah

Selama Ramadhan kita menjalankan puasa wajib maka setelah Ramadhan kita tingkat dengan puasa-puasa sunnah misalnya puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa Senin dan Kamis, puasa tengah bulan dan sebagainya. Selama malam Ramadhan kita rajin shalat Tarawih maka setelah Ramadhan ditingkatkan dengan shalat Tahajud dan sebagainya.

  1. Cinta dan rajin baca Al Quran

Ramadhan juga disebut  syahrul Quran atau bulannya Al-Quran,sehingga  tiada hari tanpa membaca Al Quran selama Ramadhan maka kebiasaan mulia berwirid dengan tilawah Al Quran tentunya akan tetap berlanjut setelah Ramadhan.

  1. Menjadi lebih dermawan atau keshalihan sosial

Hikmah puasa memberikan kita kesempatan untuk merasakan penderitaan kaum dhuafa dan fakir miskin. Dari sini diharapkan tumbuh kesadaran sosial yang tinggi dengan menyantuni mereka, menyayangi serta meringankan beban mereka. Kewajiban zakat fithrah di akhir Ramadhan juga mengajarkan hal ini. Selama Ramadhan kita rajin berbagi takjil, memberi buka puasa bahkan memberi makan sahur, rajin sedekah dan sebagainya maka selepas Ramadhan, orang-orang yang sukses  ibadah Ramadhan akan lebih dermawan dan peduli sesama.

Ini beberapa amalan yang harusnya meningkat setelah Ramadhan. Bulan Ramadhan sudah berlalu dan meninggalkan kita, namun semangat ibadah Ramadhan hendaknya menjadi spirit untuk terus berlanjut setelah Ramadhan. Demikian penjelasannya semooga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

947