Shalat Idul Fitri di Tengah Pandemi, Di Rumah atau Di Lapang?

0
159
Dalam situasi pandemi Covid-19 shalat Idul Fitri boleh dikerjakan berjamaah di rumah bersama keluarga. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – –  Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Insya Allah sebentar lagi kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan, rasanya baru kemarin kita melaksanakan ibadah puasa pertama kali dibulan Ramadhan ini.

Karena kenikmatan dan keberkahan nya tersebut menjadikan hari demi hari yang berlalu terasa begitu singkat.Begitu banyak yang bertanya kepada saya tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri ditengah pandemi ini. Di rumah atau di lapang?

iklan

Bagini, jika Anda masuk dalam relatif bukan zona merah atau terkategori aman dan disekitar rumah ada pelaksanaan shalat Idul Fitri baik di masjid atau lapangan maka Anda silakan ikut shalat disitu. Namun dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan dan keselamatan bersama. Sebab orang beriman diwajibkan menghindari dari kebinasakan,

(195)…….وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ……..

“……..dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,….” ( QS.Al Baqarah: 195)

Jadi tetap jaga diri, keluarga, lingkungan dengan tetap mengikuti atau menjalankan protokol keselamatan dan kesehatan sehingga tetap bisa beribadah dengan cara yang maslahat.

Yang sering menjadi pertanyaan atau persoalan adalah bagaimana jika pelaksanaan shalat idul fitrinya tidak di masjid atau di lapangan? Bolehkah shalat Idul Fitri dilakukan di rumah?

Untuk menjawabnya coba kita pahami dulu bahwa dalam pelaksanaan ibadah itu ada yang harus atau boleh sendirian misalnya shalat-shalat sunnah rawatib, syukrul wudhu , tahiyatul masjid dan sebagainya. Tidak dalil atau contohnya shalat-shalat sunnah tersebut dikerjaan berjamaah.

Tetapi ada juga shalat sunnah yang boleh dikerjakan dengan berjamaah, misalnya shalat tarawih, shalat tahajud, shalat jenazah. Shalat ini boleh dikerjakan dengan berjamaah tetapi boleh juga dikerjakan sendirian.

Tetapi ada shalat sunnah yang dikerjakan harus berjamaah misalnya shalat gerhana baik bulan atau matahari, shalat istisqa atau shalat meminta huja termasuk shalat Id baik Idul Fitri atau pun Idul Adha itu salah satu syaratnya harus dikerjakan berjamaah.

Bolehkah kita atau sahabat-sahabat mengerjakannya Idul Fitri di rumah? Tentu saja boleh, asal memenuhi rukun dan syarat sahnya. Apa persyaratannya? Harus berjamaah, yang namanya berjamaah  menurut Imam Daud Adloriri ada imam ada makmum. Yang namanya makmum bisa satu, dua dan seterusnya sehingga semakin banyak makmum tentu semakin bagus.

Kalau dalam keluarga misalnya hanya ada suami dan istri maka itu juga berjamaah. Bagaimana jika makmumnya ada lima atau sepuluh? Tentu lebih bagus, yang namanya keluarga besar anggotanya bisa lebih dari dua orang. Bisa jadi ngumpul saat Idul Fitri tentu tidak masalah.

Bagaimana jika jamaahnya atau makmumnya kurang atau tidak sampai 40 orang? Sejauh yang saya tahu tidak ada persyaratan makmum atau jamaah shalat Idul Fitri harus 40 orang. Cukup ada imam dan makmum serta nanti ada khutbah tentu sudah sah.

Untuk khutbah sendiri tentu saja tidak harus seperti pada umumnya, ada mimbar, ada pengeras suara, memakai teks dan sebagainya. Misalnya dalam keluarga hanya ada suami dan istri,  suaminya menjadi imam dan istri menjadi makmum kemudian suami khutbah berdiri, lalu memberikan nasihat yang hadir atau jamaah disitu. Misalnya nasihat kepada keluarga atau anak-anaknya untuk menjadi anak yang shalih shalihah.

Niatnya khutbah memberi nasihat kepada keluarga atau anak-anak, boleh tidak? Tentu saja boleh. Jadi sahabat-sahabat sekalian jangan membayangkan khutbah Idul Fitri itu ribet seperti yang selama ini Anda ikuti di lapangan. Tidak harus memakai teks panjang.

Bagaimana kalau membaca atau memakai teks? Tentu saja tidak apa atau boleh-boleh saja. Hal ini perlu saya sampaikan agar kita tahu betapa simple atau sederhana khutbah Idul Fitri itu. Yang penting penuhi rukun khutbah, membaca hamdallah, bershalawat, syahadat kemudian menyampaikan tausiyah atau nasihat dan diakhiri dengan salam. Jadi yang namanya khutbah Idul Fitri itu mudah dan sederhana.

Bagaimana kalau didekat rumah diselenggarakan shalat Idul Fitri di lapang atau masjid, sementara masuk zona merah pandemic Covid- 19? Kalau Anda ragu, khawatir atau tidak nyaman, tidak tenang kalau-kalau tertular atau menulari maka lebih baik Anda shalat Idul Fitri di rumah saja.

Hal ini tentu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan Anda, keluarga dan warga lingkungan Anda. Apakah shalat Idul Fitri di rumah bersama keluarga sah? Tentu saja sah dan boleh, karena ini sebagai solusi ibadah ditengah pandemic.

Jadi Islam itu mudah dipahami dan dilaksanakan. Mari kita beribadah sesuai yang dicontohkan Rasulullah , sesuai dengan kemampuan kita dan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini yang dalam masa wabah atau pandemi.

Jangan lupa menjaga kesehatan dan keselatan baik pribadi, keluarga dan masyarakat. Sebab Islam itu agama yang ajarannya sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan. Kita boleh meninggalkan sesuatu kepada sesuatu demi untuk kepentingan yang lebih maslahat, termasuk melaksanakan shalat Idul Fitri sesuai kondisi dan situ untuk keselamatan dan kesehatan kita dan keluarga.

Semoga Allah Swt memberkahi dan menerima ibadah kita. Semoga Allah segera mencabut atau menghilangkan wabah ini sehingga kita semua bisa beribadah sesuai dengan keadaan normal kembali. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

5

Red: admin

Editor: iman

902

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini