Pengertian Lailatul Qadar Dan Dalilnya (tafsir surat Al-Qadr bagian 1)

0
132
Ramadhan adalah bulan mulia, demikian juga dengan malam-malamnya. ( ilustrasi foto: pixabay)

 

Tafsir Surah Al-Qadr (97) ayat 1

Oleh: Dr.Aam Amiruddin,M.Si *

PERCIKANIMAN.ID – – Al-Qadr artinya kemuliaan. Surah ini terdiri atas lima ayat, termasuk golongan surah Makiyyah karena diturunkan sebelum Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah.

iklan

Dinamai Al-Qadr karena dalam surah ini ada penjelasan tentang lailatul qadr (malam kemuliaan), yaitu malam diturunkannya Al-Qur’an. Siapa yang mendapatkannya akan memperoleh pahala kebaikan senilai seribu bulan.

(1). إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya, Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam kemuliaan.” (QS.Al-Qadr (97): 1)

Ayat ini menjelaskan permulaan waktu turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an pertama kali turun pada lailatul qadar (malam yang penuh kemuliaan). Surah Ad-Dukhān menjelaskan hal yang senada, tetapi dengan istilah lailatin mubarakatin (malam yang diberkahi).

Demi Al-Qur’an yang jelas, sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kami yang telah memberikan peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kami yang telah mengutus rasul-rasul, sebagai rah­mat dari Tuhanmu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S. Ad-Dukhān [44]: 2-6).

Allah Swt. menjelaskan dalam surah Al-Qadr dan Ad-Dukhān bahwa Al-Qur’an pertama kali turun pada malam hari, tepatnya pada bulan Ramadan sebagaimana dijelaskan pula dalam surah Al-Baqarah,

Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil...” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 185).

Allah Swt. menyebutkan malam diturunkannya Al-Qur’an denganistilah lailatul qadar (malam yang penuh kemuliaan), sementaradalam surah Ad-Dukhan, Allah Swt. menyebutnya dengan lailatin mubarakatin (malam yang diberkahi).

Kedua informasi ini tidaklah saling bertentangan, malah saling melengkapi. Keduanya menggambarkan keagungan dan kemuliaan malam diturunkannya Al-Qur’an. Paling tidak, ada empat pengertian al-qadar yang diterangkan oleh para ahli tafsir.

Pertama, menurut Al-Qurtubi, al-qadar artinya penetapan. Jadi, lailatul qadar artinya malam penetapan Allah atas perjalanan hidup makhluk selama setahun, seperti penetapan rezeki, jodoh, umur.

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sung­guh, Kami yang telah memberikan peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan dari sisi Kami...” (Q.S. Ad-Dukhān [44]: 3-5).

Kedua, menurut Al-Qasimiy, al-qadar berarti pengaturan. Lailatul qadar diartikan malam pengaturan karena pada malam itu Allah Swt. mengatur strategi bagi nabi-Nya, Muhammad Saw., untuk mengajak manusia pada agama yang benar, demi menyelamatkan mereka dari kesesatan.

Ketiga, al-qadar berati kemuliaan. Lailatul qadar diartikan malam kemuliaan. Malam tersebut menjadi lebih mulia karena kemuliaan Al-Qur’an. Ada juga yang memahami kemuliaan tersebut dalam kaitannya dengan ibadah.

Dalam arti, ibadah pada malam tersebut mempunyai nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran tersendiri, berbeda dengan malam-malam yang lain.

Keempat, al-qadar berarti sempit. Lailatul qadar diartikan malam yang sempit karena pada malam diturunkannya Al-Qur’an begitu banyak malaikat yang turun ke bumi, sehingga bumi serasa sempit karena penuh sesak oleh rombongan malaikat.

Demikian empat pengertian lailatul qadar. Silakan ambil pendapat mana saja yang menurut Anda paling logis karena masing-masing pendapat didasari alasan-alasan yang kuat.

Namun, satu hal yang perlu dicatat bahwa keempat pengertian tersebut sebenarnya saling meleng­kapi. Pengertian-pengertian tersebut menggambarkan betapa agung dan mulianya malam saat diturunkan Al-Qur’an. Wallahu’alam bishshawab.[ bersambung ]

5

Red: admin

Editor: iman

920

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini