Jenis Harta Yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya, Ini Yang Perlu Dipahami

0
86
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan kaum muslimin. ( ilustrasi foto: pixabay )

PERCIKANIMAN.ID – – Membayar atau mengeluarkan zakat adalah bagian dari ibadah dalam syariat Islam yakni termasuk rukun Islam sehingga keberadaannya menjadi salah satu pilar tegaknya syariat Islam. Adapun dalil dari Al Qur’an, diantaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

iklan

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (QS.At Taubah :103).

Dan firmanNya:

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ

Dan tegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat“. (QS.Al Baqarah:110).

Kemudian dalil dari Sunnah, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata,

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ بَعَثَ ِمُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى الْيَمَنِ قَالَ إِنَّكَ سَتَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ فَإِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

Sesungguhnya ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman, (beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkata, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Karena itu, jika engkau menjumpai mereka, serulah mereka kepada syahadat, tidak ada yang berhak disembah dengan haq, kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka mentaati engkau dalam hal itu, maka ajarilah mereka, bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam sehari- semalam. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal tersebut, maka ajarilah mereka, bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka shadaqah atas harta mereka, yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan dibagi-bagikan kepada para faqir miskin dari mereka. Jika mereka telah mentaatimu dalam hal tersebut, maka berhati-hatilah terhadap harta-harta kesayangan mereka dan bertaqwalah dari doa-doa orang yang dizhalimi, karena tidak ada penghalang darinya dengan Allah“.(HR.al Jamaah)

Zakat sendiri ada yang disebut dengan zakat fitrah atau fitri yang ditunaikan diakhir Ramadhan atau 1 Syawal sebelum shalat Id. Sementara yang lain disebut dengan zakat maal atau harta.

Terkait dengan zakat harta (maal) para ulama berbeda pendapat di dalam masalah jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya dengan perbedaan yang luas. Ada yang memahami maknanya dengan ketat, sehingga membatasi hanya pada jenis harta yang ditunjukan oleh dalil-dalil secara jelas.

Ada yang memahaminya secara luas hingga mencakup semua jenis harta, bahkan sebagian ada yang tidak mensyaratkan nishab di dalamnya.

  • Alasan Kelompok Ulama yang membatasi Makna Pada Zakat Harta

Pendapat Ibnu Hazm dan orang-orang yang mengikutinya dalam membatasi jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya hanya dalam 8 jenis yang dahulu ditetapkan oleh Nabi ﷺ , berdasarkan pada dua landasan utama yaitu:

  1. Kehormatan harta seorang muslim yang telah ditetapkan di dalam dalil, sehingga tidak boleh mengambil hartanya sedikit pun kecuali dengan dalil pula.
  2. Zakat merupakan kewajiban yang berasal dari syariat. Asal dari sesuatu adalah tidak adanya beban kewajiban kecuali apa yang ditunjukan oleh dalil, sehingga kita tidak menetapkan apa yang tidak Allah izinkan di dalam agama-Nya.

Adapun qiyas, maka tidak boleh digunakan, terutama di dalam masalah zakat.

  • Alasan Kelompok Ulama yang Memperluas Masalah Zakat Harta

Adapun ulama yang memperluas masalah dalam harta yang wajib dikeluarkan zakatnya, berargumen dengan beberapa hal berikut:

  1. Mengambil dalil dari keumuman nash Al-Qur’an dan As-Sunnah bahwa setiap harta terdapat hak atau sedekah.
  2. Setiap kekayaan dan harta butuh untuk dizakati dan disucikan.
  3. Mempertimbangkan pertumbuhan dan keuntungan yang ada.

Menurut mereka, orang-orang yang memiliki harta berupa properti dan gedung-gedung, bisa memperoleh keuntungan berlipat ganda dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari hasil pertanian, sehingga mereka lebih pantas mengeluarkan zakat.

  1. Mempertimbangkan kemaslahatan umum untuk menutupi kebutuhan orang-orang fakir dan miskin serta mewujudkan kemaslahatan umum bagi kaum muslimin.

Jenis-jenis Harta Yang Disepakati Wajib Dikeluarkan Zakatnya

Para ulama bersepakat atas wajibnya zakat dari sembilan jenis harta berikut:

  • Mata uang:

Emas

Perak

  • Hewan Ternak:

– Unta

– Sapi

– Kambing / Domba

  • Tanaman dan buah-buahan:

– Gandum halus

– Jewawut

– Kurma

– Kismis

Dihimpun dari berbagai sumber. [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

935

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini