Belum Mandi Wajib Apakah Membatalkan Puasa?

0
326
Jika junub maka harus mandi wajib untuk shalat ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, mohon maaf jika pertanyaannya kurang sopan. Apabila suami istri melakukan hubungan intim di malam hari pada saat bulan Ramadhan, namun karena sampai pagi mereka lupa tidak mandi besar, kemudian mereka ragu sehingga esok harinya tidak melakukan ibadah puasa. Mohon penjelasannya, apakah itu merupakan perbuatan dosa, kalau ada denda, bayar dendanya bagaimana dan berapa orang yang harus dibayar?. Terima kasih. ( W via fb )

 

iklan

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kalau suami istri pada Bulan Ramadhan melakukan hubungan intim dimalam hari tetapi begitu adzan Subuh mereka belum sempat mandi besar, bagaimana dengan status puasanya?.

Begini pada prinsipnya mandi besar itu bukan untuk berpuasa, mandi besar itu untuk shalat dalam hal ini shalat Subuh. Jadi bagi Anda yang sudah berkeluarga apabila di bulan Ramadhan, pada malam harinya melakukan hubungan intim, kemudian sampai sahur belum sempat mandi besar tidak jadi masalah.

Mandinya boleh dilakukan ketika setelah adzan Subuh atau sebelum shalat Subuh. Mengapa demikian, sekali lagi karena sesungguhnya mandi besar itu untuk shalat bukan untuk puasa.

Pada malam hari di Bulan Ramadhan dihalalkan bagi pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim wahillalakum lailatosiyami arrofafu ila nisaikum hunna libasulakum wa antum libasulahunna.

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ

 

“Dihalalkan bercampur dengan istrimu pada malam hari di bulan puasa. Mereka adalah pakaianmu dan kamu pakaian mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan nafsumu. Karena itu, Allah mengampuni dan memaafkanmu. Sekarang, campuri mereka dan cari apa yang telah ditetapkan Allah bagimu…..” ( QS.Al Baqarah: 187)

Dalam ayat 187 ada kata wahilalakum dihalalkan bagi kamu lailathasiyami pada malam hari bulan Ramadhan berarti sedang tidak berpuasa, setelah tiba waktu maghrib dan berbuka, halal bagi kamu arrfafu ila nisaikum berhubungan intim dengan istrimu, ini ayat menggambarkan bahwa suami istri diperbolehkan melakukan hubungan intim pada malam hari di Bulan Ramadhan.

Kalau sampai waktu sahur mereka belum mandi besar, tidak masalah sahur dalam keadaan belum mandi besar. Bahkan begitu adzan Subuh baru mandi besar, puasanya tetap sah karena mandi besar itu bukan untuk puasa tetapi untuk shalat Subuh.

Permasalahannya sekarang sudah terjadi, pendapat Anda saat itu: aduh bingung ini bagaimana, ya sudahlah ga usah puasa, akhirnya diputuskan untuk tidak berpuasa. Karena anda saat itu tidak tahu maka hal tersebut bisa diganti dengan qodho. Lakukan puasa selama 1 hari apabila Anda tidak berpuasa selama 1 hari.

Kasus Anda cukup dibayar dengan puasa qodho, yang harus kena sanksi itu apabila batal puasa karena melakukan hubungan intim di siang hari pada bulan romadhon. Sekali lagi kalau batal di siang hari pada bulan Ramadhan dan batalnya itu karena hubungan intim, maka batalnya itu harus dibayar dengan kifarat. Kifaratnya itu bisa memilih salah satu, bisa dengan memerdekakan budah, atau melakukan puasa selama 2 bulan terus menerus atau memberikan fidyah kepada 60 fakir miskin.

Kifarat atau sangsi ini hanya berlaku bagi yang batal karena hubungan intim di siang hari di bulan Ramadhan. Perlu diketahui bahwa yang wajib berpuasa itu hanya yang laki-laki atau suami, yang perempuan atau istri tidak terkena sangsi atau kifarat.

Untuk kasus seperti Anda, karena waktu itu Anda ragu maka Anda cukup bayar qodlo saja, karena sebenarnya waktu itu Anda bisa terus berpuasa, tapi itu kan sudah terjadi maka yang bisa Anda lakukan sekarang adalah melakukan puasa qodlo menggantikan puasa yang telah Anda tinggalkan, berarti sekarang anda berpuasa sejumlah yang Anda tinggalkan.

Kalau kasusnya terjadi 1 kali dan Anda tidak puasa 1 hari, maka Anda melakukan puasa qodlo 1 hari kalau kasusnya 3 kali seperti itu ya qodhonya 3 hari. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ 

5

Redaksi: admin

Editor: iman

963