Amaliah Selama Bulan Ramadhan, Maksimalkan Di 10 Hari Terakhir

0
75
Ramadhan juga disebut bulan Al Quran atau syahrul Quran ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa . Ada sejumlah kuantitas dan kualitas ibadah yang ditingkatkan Rasulullah Saw. pada bulan Ramadhan.

Alangkah baiknya kalau kita pun bisa meningkatkannya, karena kita tidak tahu apakah tahun depan masih bertemu dengan Ramadhan atau tidak ?

iklan

Nah, mumpung masih diberi kesempatan, marilah kita tingkatkan amaliah berikut pada bulan Ramadhan ini khususnya di 10 hari terakhir ini. Apa saja? Berikut ini amalannya:

  1. Meningkatkan kedermawanan

Kita diperintahkan untuk ikut memerintahkan, mencari jalan keluar, dan membantu saudara-saudara kita yang terpuruk. Rasulullah saw. menjamin orang-orang yang suka menolong dan meringankan beban orang lain akan senantiasa diberi pertolongan-Nya.

Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusahan akhirat. Siapa yang meringkan beban orang yang susah, niscaya Allah akan ringankan bebannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya akan ditutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain.” (H.R. Bukhari)

Kedermawanan pada bulan Ramadhan harus lebih ditingkatkan lagi sebagaimana dilakukan Rasulullah saw. “Rasulullah Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari)

  1. Tadarus atau Tilawah Al Quran

Ramadhan juga disebut sebagai bulan Al Qura atau syahru quran maka alangkah indah dan bermanfaatnya waktu-waktu kita di bulan Ramadhan kita gunakan untuk membaca, menghafalkan dan mengamalkan isi Al Quran semampu kita.

Malaikat Jibril biasa menemui Rasulullah saw. setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu mudarasah Al Quran.” (H.R. Bukhari)

Mudarasah artinya menelaah Al Quran, bukan sekadar membaca tapi ada unsur tahsin (memperbaiki bacaan) dan tadabbur (membedah kandungan makna). Ada anggapan yang beredar pada masyarakat kita kalau dalam waktu satu bulan tidak dapat menamatkan bacaan Al Quran 30 Juz, tadarusnya tidak sah.

Jadi sekiranya tidak akan tamat, sebaiknya tidak tadarus karena akan sia-sia. Anggapan ini tidak benar, karena inti tadarus adalah memperbaiki bacaan dan meningkatkan pemahaman kita terhadap Al Quran. Bukan merupakan target harus tamat 30 Juz.

Jadi, kalau dalam bulan Ramadhan kita hanya bisa menyelesaikan 30 ayat, itu juga disebut tadarus.

Sebenarnya kita diperintahkan tadarus Al Quran bukan hanya pada bulan Ramadhan, namun kita dianjurkan membacanya secara rutin. Tadarus Al Quran disebut sebagai bagian amaliah Ramadhan untuk menunjuk bahwa pada bulan Ramadhan kita harus lebih giat membacanya dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.

  1. Shalat Tarawih

Salah satu ciri khas Ramadhan adalah adanya shalat Tarawih disetiap malamnya. Aisyah r.a. pernah ditanya, “Bagaimana cara shalat Rasulullah Saw. pada bulan Ramadhan, juga pada bulan lainnya atas sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, jangan bertanya baik dan panjangnya, kemudian beliau shalat tiga rakaat.” (HR. Bukhari)

Para ahli menjadikan keterangan ini sebagai landasan bahwa Rasulullah Saw. melaksanakan tarawih (shalat malam tahajud) sebanyak sebelas rakaat. Dengan formasi empat rakaat, empat rakaat, lalu ditutup witir tiga rakaat. Silakan pilih yang sesuai dengan minat masing-masing.

  1. I’tikaf

I’tikaf artinya menahan diri di masjid untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt. Dengan i’tikaf seseorang mengikatkan diri kepada Allah swt., membatasi pergaulan dengan sesama makhluk, memusatkan perhatian dan penghayatan untuk membina hubungan mesra dengan Allah.

Rasulullah Saw. biasanya melakukan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Menurut hadis riwayat Abu Daud, disunahkan orang yang beri’tikaf tidak menengok orang sakit, tidak menghadiri jenazah, tidak mencumbu istri, dan tidak boleh keluar dari masjid kecuali untuk keperluan pokok (buang air besar, kecil, mandi). [ ]

4

Red: admin

Editor: iman

903

Catatan: sehubungan saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 maka sesuai dengan protokol kesehatan, anjuran pemerintah dan MUI untuk kegiatan shalat Tarawih dan Itikaf sebaiknya dilakukan di rumah masingg-masing bersama keluarga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini