Menerima Parsel Dari Non Muslim, Boleh atau Terlarang?

0
134
Memberi parsel atau bingkisan biasa dilakukan saat jelang Idul Fitri. ( ilustrasi foto: pixabay)

Assalamu’alaykum. Pak Aam, apa yang harus saya lakukan kalau saat Idul Fitri mendapatkan parsel dari kolega yang nonmuslim? Apakah saya boleh menerima dan memakannya atau menggunakan isi parsel tersebut? Mohon nasihat dan penjelasannya.  (A via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang muslim maka kita diperintahkan untuk saling mencintai sesama saudara muslim.

iklan

Nah salah satunya kita dianjurkan saling memberi hadiah agar timbul perasaan saling mencintai sesama muslim. Dalam haditsnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَهَادُوا تَحَابُّوا

Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“. ( HR.Muslim)

Hanya yang menjadi persoalan Anda menerima hadiah dalam hal ini parsel dari relasi atau partner kerja yang non muslim. Boleh tidak ? Kalau kita membaca sejarah atau kisah maka akan kita dapati dalam sejumlah riwayat bahwa Rasulullah Saw pernah menerima hadiah dari orang kafir Quraisy dan kemudian Nabi membalas hadiah tersebut.

Dalam beberpa kitab hadits Imam Bukhari bahkan mengkhususkan satu bab dalam kitab Shahih-nya dengan nama bab Qabul Hadiyat al-Musyrikin (bab penerimaan hadiah dari orang musyrik).

Di antara hadisnya adalah diriwayatkan dari Anas RA bahwa seorang wanita Yahudi menghadiahkan kepada Rasulullah SAW kambing yang telah diracuni. Diriwayatkan pula dari Aisyah, bahwa Rasulullah SAW menerima hadiah dan membalasnya dengan memberikan hadiah kembali dan itu umum mencakup segala macam hadiah.

Dalam sebuah hadits ‘Aisyah menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” (HR.Bukhari)

Dengan demikian, boleh bagi umat Islam untuk menerima hadiah dari orang kafir yang memberikan hadiah terkait hari raya kita atau hari raya mereka, dengan catatan selama hadiah tersebut tidak mengandung unsur yang diharamkan syariat Islam, misalnya :

  1. Barang yang dihadiahkan itu sendiri adalah barang haram, seperti khamar atau babi.
  2. Barang yang dihadiahkan berupa daging hewan yang disembelih untuk perayaan itu karena biasanya disembelih untuk selain Allah SWT,
  3. Barang yang dihadiahkan merupakan simbol dan tradisi dalam agama mereka, dan lain-lainnya karena kita dilarang menyerupai dan meniru-niru orang kafir.

Diluar itu menurut hemat saya, tidak ada salahnya Anda menerima hadiah atau parsel dari non muslim. Namun perlu diperhatikan jika itu berupa makanan misalnya, maka Anda harus pastikan kehalalannya. Jangan sampai menerima apalagi sampai memakan makanan yang haram.

Juga misalnya Anda seorang pejabat publik atau pejabat pemerintah maka pastikan hadiah atau parsel itu tidak sampai mengganggu atau mempengaruhi jabatan Anda. Kalau tidak salah ada aturan tentang pejabat negera yang dilarang menerima hadiah termasuk parsel yang bisa berpontensi menjadi suap.

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam Bishshshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

982

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini