Hukum Istri Tidak Mau Shalat, Apakah Boleh Dicerai?

0
186
Cara Melupakan Mantan Suami
Salah satu kewajiban suami adalah membimbing istri menjadi shalihah. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Ustadz istri saya sudah lama tidak pernah shalat lagi. Awal saya tinggal kerja di luar negeri kurang lebih 1 tahun lamanya. Setelah saya pulang, istri sudah jarang shala. Kalau diajak shalat suka murung dan mengurung diri di kamar. Dia bilang sudah shalat di kamar dan kalau diajak berjamaah suka malas-malasan dan menunda-nunda. Apa yang harus saya lakukan? Apakah istri yang tidak mau shalat boleh dicerai? Mohon nasihatnya dan terima kasih (Das via Fb )

Wa’alaykumsalam ww.  Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sebenarnya secara syariat seorang suami  diperbolehkan menceraikan istri kalau istri melakukan nusyuz. Nusyuz artinya istri tidak melaksanakan kewajibannya, seperti tidak taat pada perintah suami padahal perintah suami itu benar, tidak merawat dan mendidik anak-anak, hidup boros hingga rumah tangga terlilit utang yang hebat, dan tidak mau melayani suami padahal istri mampu melaksanakannya.

iklan

Apabila seorang istri melakukan salah satu yang disebutkan tadi, suami bisa menceraikan istrinya, tentu saja setelah menasihati dan mengingatkannya.  Kalau istri tidak mau shalat padahal tida ada halangan untuk mengerjakannya misalnya tidak sedang haid, tidak sedang dalam masa nifas maka sesungguhnya ia bukan hanya durhaka kepada suami tetapi ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab, perintah shalat itu bukan datang dari suami melainkan langsung dari Allah dan telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Dalam al Quran Allah Swt berfirman,

(43). وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Laksanakan salat, tunaikan zakat, dan ruku‘lah beserta orang yang ruku‘.” ( QS. Al Baqarah: 43 )

(110). وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Laksanakan salat dan tunaikan zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan itu untuk dirimu sendiri dan pasti kamu akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” ( QS.Al Baqarah:110 )

Kemudian dalam sebuah hadits Rasulullah juga bersabda,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ….. (رواه البخاري)

Dari Ibnu Abbas r.a. bahwasannya Nabi saw. telah mengutus Muadz r.a. ke Yaman, lalu beliau bersabda kepadanya “Ajaklah mereka (penduduk Yaman) untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sungguh aku adalah utusan Allah, jika mereka menaatinya, maka beritahukan mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima shalat dalam sehari semalam…. (HR. Al-Bukhari)

Jadi sekali lagi, perintah shalat itu bukan perintah manusia atau suami tetapi langsung perintah Allah Swt. Kalau istri Anda tidak mau shalat karena malas dan sebagainya maka tugas atau kewajiban Anda sebagai suami adalah menasihatinya. Memberikan kepahaman tentu syariat akan kewajiban shalat bagi seorang muslim. Memberikan bimbingan serta pengajaran tentang shalat.

Kewajiban seorang suami atau ayah adalah selain memberikan nafkah kepada keluarganya juga menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka. Coba perhatikan perintah Allah Swt dalam Al Quran,

(6)………يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka ………….” (QS.At-Tahrim: 6)

Sebagian ahli tafsir menjelaskan makna dari “orang-orang yang beriman” adalah para suami. Tentu ini bukan tugas yang ringan, sebab laki-laki khususnya suami adalah pemimpin (qawwam) bagi dirinya,istri-istrinya dan juga anak-anaknya.

Seorang muslim yang sengaja meninggalkan shalat tanpa ada udzur syari maka sesungguhnya ia sudah didalam kedurhakaan dan kedzaliman yang besar. Sebab, salah satu tanda seorang mukmin atau orang yang beriman dengan orang kafir atau munafik adalah shalatnya. Dalam haditsnya, Rasululah menegaskan,

Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi orang yang malas-malasan untuk mengerjakan shalat khususnya shalat Isya dan Subuh masuk kategori orang munafik apalagi jika sampai sengaja meninggalkan shalat. Tentu hukumannya jauh lebih besar atau lebih berat lagi.

Jadi saran saya, selagi masih bisa dan mampu Anda harus terus menerus memberikan nasihat dan bimbingan untuk shalat kepada istri Anda. Kalau alasannya malas coba berikan nasihat atau contoh gambaran atau nasib orang-orang yang malas shalat atau meninggalkan shalat kelak nasib mereka di yaumil akhir atau kehidupan di akhirat kelak.

Anda bisa atau boleh juga mengajak istri ke pengajian atau majelis taklim yang membahas tentang penting atau keutamaan shalat dan keharmonisan dalam rumah tangga. Ingat keharmonisan rumah tangga atau keluarga sakinah itu apabila suami istri ada dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak mungkin keluarga sakinah dicapai dengan kedurhakaan dan kedzaliman.

Sekali lagi Anda boleh bersabar untuk memberikan nasihat kepada istri Anda yang malas shalat tersebut. Tetapi sekiranya segala nasihat dan kesabaran Anda tidak mempan kemudian istri Anda tetap tidak mau shalat dan Anda tidak terima, maka Anda boleh menceraikannya sebagai pilihan atau nasihat terakhir. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

836

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini