Cara Mengatasi Mertua Suka Gosip, Ini Yang Bisa Menantu Lakukan 

0
226
Ghibah atau gosip adalah akhlak yang buruk dan dosa besar. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya mempunyai mertua yang hampir setiap hari menggunjing atau ghibah dengan tetangga, bahkan kata menghina orang lain. Sebagai menantu saya sungkan untuk menasihatinya. Namun jika diadukan ke sumi, saya takut akan timbul permasalahan yang lebih besar. Mohon nasihatnya. Terima kasih. ( K via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sejauh ini, saya memandang bahwa ghibah atau bergosip memang merupakan perbuatan dosa yang hampir setiap orang melakukannya atau bahkan menyukainya. Ada yang sadar, ada yang tidak sadar bahkan ada yang tahu hukumnya tetapi tetap jalan terus.

iklan

Berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ghibah artinya menyebutkan (keadaan) seseorang yang tidak disenanginya ketika orang tersebut tidak ada di tempat. Ghibah berdosa karena menunjukkan adanya kezaliman terhadap orang lain dengan menyakiti hati orang yang digunjingkan.

Dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 12 disebutkan bahwasannya ghibah pada saudara seiman sama artinya dengan memakan bangkai saudara tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai, orang-orang beriman! Jauhilah banyak prasangka buruk. Sesungguhnya, prasangka buruk itu dosa. Jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian lain. Apakah kamu mau memakan daging saudaramu yang sudah mati? Tentu kamu jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS.Al Hujurat: 12)

Ditinjau dari sudut pandang dosa, boleh jadi hal ini menunjukkan besarnya dosa ghibah. Dari sudut pandang kemanusiaan, tentu perilaku (memakan bangkai) tersebut sangatlah menjijikkan dan tidak normal. Inilah salah satu gambaran tentang dosa ghibah.

Jika kita atau khususnya Anda mendapati mertua suka atau sedang ber-ghibah, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menasihati secara baik-baik agar orang yang bersangkutan  menghentikan perbuatannya.

Jika tidak juga berhenti atau memang kita tidak mampu menghentikannya, maka sekurang-kurangnya hindarilah pembicaraan tersebut. Hal ini merujuk pada dalil umum yang disebutkan dalam hadits berikut,

“Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.” (H.R. Muslim).

Namun karena yang Anda hadapi adalah ibu mertua tentu bisa dipahami tidak semudah menasihati orang lain atau teman. Kalau hemat saya, Anda boleh membicarakan atau menyampaikan kepada suami, biar suami selaku anaknya yang menegur atau memberi nasihat pada ibunya atau dalam hal ini mertua Anda.

Tentu Anda menyampaikan pada suami dengan bahasa yang lembut dan sopan dan tetap menjaga martabat dan kehormatan ibu mertua. Jangan sampai timbul kesan seolah-olah Anda benci pada mertu dan mengadu pada suami. Tentu kalau ini terjadi akan timbul masalah lain.

Atau kalau Anda mempunyai keberanian ya bisa mengajak ngobrol ibu mertua dan bahasa-bahasa yang halus dan lemah lembut sehingga tidak terkesan menasihati. Ini mungkin beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan ibu mertua yang suka berghibah. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab.[ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

972

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini