Adzan Magrib Berbeda-beda, Begini Panduan Waktu Buka Puasa

0
246
Adzan sebagai penanda wakttu masuk shalat. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, setiap tiba waktu Maghrib di bulan Ramadhan, saya kerap bingung. Masjid di dekat rumah saya kadang azan Maghribnya telat dibandingkan azan di radio maupun televisi. Saya kadang ragu untuk berbuka, apakah mengikuti azan di radio atau menunggu azan dikumandangkan dari masjid dekat rumah? Demikian halnya dengan waktu Shubuh yang berbeda antara azan yang dikumandangkan di radio dan di masjid dekat rumah. Mohon penjelasannya.Terima kasih ( Purwa via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Ibadah saum memang merupakan ibadah yang berbatas waktu sehingga awal dan akhirnya harus betul-betul terjaga dari melewati  batas yang ditetapkan.

iklan

Awal berpuasa ditandai dengan masuknya waktu subuh dan akhir berpuasa ditandai dengan masuknya waktu magrib. Dalam penjelasannya Imam Al-Mawardi di dalam kitab Iqna’-nya menuturkan:

: وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا

“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.”

Memang keumuman ummat Islam mengetahui tanda masuk waktu shalat, khususnya Subuh dan Maghrib adalah dengan dikumandangkannya adzan. Ketika adzan tiba, maka otomatis orang mengetahui bahwa waktu shalat telah tiba.

Mengetahui waktu dengan kumandang adzan sebenarnya sudah cukup. Hanya saja masih mengandung kemungkinan sang muadzin keliru dalam melihat kalender penunjuk waktu shalat, salah melihat jam atau jamnya sendiri kebetulan sedang ada kerusakan.

Untuk itu ada baiknya kita membuat pembanding dalam menentukan waktu shalat dengan memiliki kalender yang memuat jadwal waktu shalat dan jam sendiri yang dijamin masih berfungsi dengan baik untuk membuat pembanding dalam penentuan waktu shalat.

Jika adzan masjid atau media radio atau TV tidak juga sesuai dengan penentu waktu yang kita miliki sehingga membuat kita ragu, maka sebaiknya ambillah yang lebih yakin.

Kalau waktu Subuh lebih baik ambil mana yang lebih dahulu, apakah penentu waktu shalat yang kita miliki atau adzan yang dikumandangkan. Dan untuk waktu Maghrib ambil mana yang terakhir. Jika adzan yang lebih dulu, maka penentu waktu kita sendiri yang kita pakai.

Jadi sekali lagi coba cocokan, atur ulang atau kalibrasi jam Anda dengan waktu jadwal yang diterbitkan oleh Kemenag. Insya Allah akan tepat. Demikian penjelasannya. Wallahu a’lam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

803

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini