Puasa adalah Universal Bagi Makhluk Hidup

0
100
Secara universal makhluk hidup melakukan puasa dalam hidupnya. ( iulstrasi foto: pixabay)

 

Oleh: Ir. H. Bambang Pranggono, MBA,IAI*

PERCIKANIMAN.ID – – Ramadhan menyapa dan bertamu setiap tahun kepada kita, maka sebagai orang yang beriman kita diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana firman-Nya,

iklan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.” (QS.Al-Baqarah:183)

Para mufassir klasik menuliskan berbagai arti tentang maksud “orang-orang sebelum kamu” dalam ayat diatas.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksudnya ialah kaum Yahudi. Kemudian At-Thabary mengatakan bahwa maksudnya ialah kaum Nasrani. Sedangkan Mujahid menyebutkan bahwa maksudnya ialah seluruh Ahli Kitab.

Lalu Abu Qatadah berpendapat bahwa maksudnya ialah seluruh manusia. Dan akhirnya Imam Az-Zamakhsyary dalam Tafsir al-Kasysyaf  menuliskan pendapat Ali bahwa puasa telah disyari’atkan kepada seluruh umat manusia sejak Adam.

Tafsiran yang berbeda-beda namun semuanya mengarah bahwa puasa hanya untuk manusia saja. Padahal ada ayat lain yang mengatakan bahwa binatang juga umat seperti kita.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ

Dan tidaklah binatang yang melata di bumi dan tidaklah burung yang melayang dengan sayapnya kecuali mereka itu umat seperti kalian”. (QS.Al-An’am: 38)

Maka sunnatullah puasa seharusnya juga meliputi dunia binatang. Dan ternyata memang terbukti bahwa pada binatangpun ditemukan perilaku yang bisa digolongkan sebagai kegiatan berpuasa.

Beberapa jenis binatang berpuasa dalam proses pembiakan. Prof.Morgulis dalam buku History of  Fishes karangan J.R.Norman menyebut tentang ikan betina jenis cichlidae yang berpuasa dimusim kawin.

Juga ikan salmon jantan yang setahun sekali berpuasa selama berminggu-minggu ketika berenang melawan arus dan jeram, sehingga timbunan lemaknya habis dan tinggallah otot kencang yang diperlukan diarena perkawinan di hulu sungai.

Anjing laut dan singa laut Alaska berpuasa setiap tahun selama 3 bulan antara Mei sampai Juli. Ulat tidak pernah berhenti makan, tetapi dalam fase kepompong dia berpuasa tidak makan dan tidak bergerak sebelum akhirnya bermetamorfosa menjadi kupu-kupu.

Induk ayam berpuasa selama mengerami telurnya dan anak ayam tidak makan pada hari2 pertama  sejak menetas dari telur. Secara naluri binatang berpuasa untuk sembuh.

Gajah yang sakit atau terluka tetap berjalan mengikuti kelompok, tetapi ketika rombongan berhenti untuk makan, dia menyendiri dibawah pohon.  Begitu juga binatang piaraan seperti anjing, kucing, sapi, domba bahkan babi tidak mau makan kalau sedang sakit atau terluka.

Binatang juga sanggup berpuasa dalam kondisi darurat. Iguana laut dari kepulauan Galapagos yang dikurung bisa tidak makan minum sampai 100 hari. Dimusim dingin membeku beruang kutub, anjing prairie,kelelawar, dan binatang didaerah sub tropis ber hibernasi: diam tak bergerak tanpa makan minum berbulan2 sampai tiba musim semi.

Sebaliknya didaerah panas gersang buaya, ikan, kepiting, kodok, cacing pipih, lintah, keong dan binatang gurun pasir melakukan aestivasi, yakni berpuasa panjang tak bergerak dalam lumpur kering sampai tiba musim hujan.

Edwin E. Slossom, Ph. D., Direktur Pelayanan Sains di Washington, menulis dalam  Keeping Up With Science bahwa reptil bisa berpuasa sampai beberapa tahun, kalajengking sampai 1 tahun, laba-laba 17 bulan, kodok 16 bulan, ular sampai 2 tahun, ikan 20 bulan, kura-kura 1 tahun.

Sedangkan anjing tercatat bisa berpuasa sampai 117 hari, kucing 20 hari, kelinci 15 hari, tikus 6 hari dan babi 8 hari. Keong Afrika jenis helix desertorum bisa ber-aestivasi- puasa 5 tahun, sedang saudaranya keong gurun California jenis helix veatchii bisa sampai 6 tahun.

Bahkan binatang bersel tunggal, amuba, bisa berpuasa selama 4-21 hari sebelum mereka akhirnya mati. Jadi ternyata puasa memang sudah “dituliskan” juga untuk dunia binatang.

Selanjutnya apabila makna umat diperluas lagi bahwa tumbuh2an pun bisa dianggap umat seperti kita, maka mungkinkah mereka berpuasa ? Ternyata merekapun melaksanakan perilaku yang mirip puasa.

Pohon pohon didaerah subtropis menggugurkan daun dimusim rontok, lalu berpuasa selama musim dingin bersalju. Mereka tidak makan, tidak menghisap karbon dioksida dan nitrogen dari udara dan tidak menyedot air dan mineral melalui akar dari bawah tanah selama berbulan bulan sampai tiba musim semi untuk berbuka puasa.  Mereka makan dan minum lagi sampai tiba bulan-bulan dingin saat berpuasa lagi.

Ahli Fisika dan Botani terkemuka dari Bangladesh , Jagadish Chandra Bose, ditahun1927 menciptakan alat yang dinamakan crescograph-instrumen yang bisa mendeteksi pertumbuhan 1/sejuta mm perdetik-  yang dipergunakan untuk mengukur respon tumbuh2an terhadap berbagai stimuli.

Hasilnya ialah bahwa tumbuh2an memiliki sensor mekanisme yang semisal syaraf  pada binatang, sehingga bisa mengenal dan bereaksi terhadap hadirnya orang yang pernah melukai/menyiksa tumbuh2an. kedekatnya .

Mereka jug terbukti bisa tumbuh lebih subur dalam musik yang nyaman dan dibanding ditengah kebisingan. Tumbuh2an bisa merasakan sakit kalau dilukai dan bisa mengenal kasih sayang. Teori ni diperkuat oleh Wildon dalam jurnal Nature tahun1992. Berarti tumbuh2an pun ternyata makhluk yang hidup.

Selanjutnya Prof.Bose menemukan bahwa yang disebut benda mati seperti logam dan batu sebetulnya juga bereaksi terhadap berbagai stimuli. Mereka bisa kedinginan, kecanduan alkohol, kelelahan akibat kerja berat, pingsan oleh anestesi, terangsang oleh sengatan listrik, dan bisa “mati”- berhenti bereaksi samasekali.

Nah, teori Dr.Bose ini seharusnya menggelitik ilmuwan muslim untuk meneliti lebih lanjut tentang bagaimana bentuk puasa bagi benda mati . Dengan begitu bisa semakin terungkap bahwa puasa adalah sunnatullah yang berlaku diseluruh alam semesta. Puasa adalah Universal. Wallahu a’lam. [ ]

*Penulis adalah  pengajar, pegiat dakwah dan penulis buku

4

Red: admin

Editor: iman

935

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini