Hukum Suami Memberi Uang Kepada Keluarganya Tanpa Sepengetahuan Istri

0
288

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pak Aam saya ingin bertanya saya sudah menikah 17 tahun dan lebih banyak saya dan suami berjauhan karena pekerjaan suami. Ternyata suami saya sering membantu keluarganya, tapi tanpa sepengetahuan saya. Saya mengetahui hal ini dari m-banking, saya cek ternyata dia sering mengirimkan sejumlah uang ke rekening saudaranya. Saya tidak membahasnaya karena takut jadi keributan. Saya berharap suami saya terbuka, mohon pencerahannya. ( M via fb )

Wassalamu’alaykum, ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Begini para istri atau kaum ibu, laki-laki itu memiliki kewajiban yang berbeda dengan anak perempuan.

iklan

Laki-laki itu selain memiliki kewajiban untuk menafkahi istri dan anak-anaknya, kalau orang tuanya dan adik-adiknya termasuk tidak mampu maka anak laki-laki ini memiliki kewajiban untuk meringankan beban ekonomi keluarga.

Jadi Anda harus paham bahwa itu adalah tanggung jawabnya, tidak perlu khawatir karena Anda juga akan mendapatkan pahala dari apa yang dilakukan oleh suami.

Anda juga tidak perlu membahasnaya selama kebutuhan Anda dan anak-anak terpenuhi. Selama Anda masih mendapatkan hak Anda dari suami maka tak perlu membahasnya sampai akhirnya ada perdebatan. Bagaima pun kan yang dilakukan oleh suami Anda bukan sebuah penipuan, melainkan ia menjalankan kewajibannya,

Nah ini yang harus dipahami oleh seorang istri bahwa ia harus paham bahwa suami itu memiliki kewajiban untuk menafkahi keluarga. Terkecuali apabila suami Anda lebih menomorsatukan keluarganya daripada Anda.

Misalnya sekolah anak kurang, nafkah bagi pas-pasa, Anda boleh membahas itu karena ada hak Anda yang diambil. Namun selama suami masih bisa memenuhi kebutuhan Anda atau tidak ada masalah dengan nafkah ekonomi sehari-hari, tentu lebih baik tidak perlu mempermasalahkan suami.

Apa yang dilakukan suami itu merupakan bagian dari amalan shaleh suami yang mana Anda pun akan mendapatkan kebaikan itu.

Nah sebaliknya begitu juga dengan suami. Misalnya suami memberikan nafkah kepada istri, lalu istrinya suka memberikan bantuan kepad orang lain berbentuk infak, sedekah, wakaf. Selama kebutuhan rumah tangga itu terepenuhi, itu adalah amalan shaleh yang juga akan dinikmati oleh suami.

Jadi suami juga akan mendapat pahala dari amalan shaleh yang dilakukan oleh istrinya.

Inilah pewujudan dari maha Adilnya Allah, kalau kita sudah berumah tangga kebaikan yang dilakukan oleh pasangan kita tanpa sepengetahuan kita maka kita juga akan mendapatkan pahalanya.

Oleh sebab itu, rumah tangga harus menjadi sarana aktualisasi ketakwaan. Maksudnya adalah apa pun yang dilakukan oleh suami dan istri selama itu dalam koridor yang Allah cinta, maka kebaikannya untuk mereka berdua. Itulah yang dimaksud dengan saling mendukung, saling memotivasi dalam kebaikan.

Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

934

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini