Hukum BPJS Kesehatan, Benarkah Ada Unsur Riba?

0
275
BPJS Kesehatan sebagai salah satu ikhtiar saling tolong menolong ketika sakit. ( ilustrasi foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID— Assalamu’alaykum. Pak Aam saya masih ragu dengan BPJS kesehatan karena masih ada ustadz yang mengatakan haram BPJS kesehatan karena kita baru bayar misalnya Rp.200 ribu, lalu kita sakit dan membayar Rp.5 juta. Lalu sisanya darimana? Makanya masih ada ustadz yang mengatakan itu haram karena mengandung riba.Mohon penjelasannya. ( Son via fb)

Wassalamu’alaykum, ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Niat Anda membayar BPJS itu untuk menolong orang lain. Kita membayar BPJS itu niatnya bukan untuk sakit, melainkan untuk menolong atau membantu orang lain. Dalam Al Quran Allah berfirman,

iklan

(2). وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ….

“…Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, serta jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)

Jadi kalau kita niatnya saling menolong, niatnya untuk taawun, terus apanya yang riba? Misalnya ada orang yang baru membayar dua kali, lalu sakit dan harus membayar puluhan bahkan ratusan juta. Lalu sisanya dia dapat darimana?

Pertama dari orang-orang yang sudah membayar BPJS, tapi dia sehat. Kedua ya merupakan kewajiban pemerintah untuk menjaga dan membiayai kesehatan rakyatnya. Suatu negara itu bisa disebut gagal apabila ia tidak bisa menjamin kesehatan rakyatnya.

Nah jadi sumbernya dua satu dari negara dan dari uang iuran masyarakat yang menggunakan BPJS. Sebenarnya uang negara pun dari kita-kita juga, yaitu dari pajak.

Jadi saya tidak melihat adanya unsur ribanya. Tentu saja kalau ada Ustadz yang mengatakan riba itu hak dia dan saya harus menghormati. Namun saya pribadi melihat justru ada unsur taawun, saling tolong menolong. Ya yang namanya menolong kan niatnya menolong toh tidak ada unsur riba.

Kita juga tidak boleh merasa rugi apabila kita membayar BPJS tapi tidak pernah dipakai karena tidak pernah sakit. Justru sebaliknya kita harus bersyukur kepada Allah.

Mendingan kita bayar tapi tidak pakai karena kita sehat, toh itu digunakan untuk saudara kita. Jadi jangan menggerutu apabila kita sering membayar BPJS tapi tidak dipakai. Toh kan uang kita juga dipakai untuk membantu saudara-saudara kita yang sakit.

Lalu Anda atau kita yang tiap bulan membayar tidak pernah memakainya sebab sehat. Tentu Alhamdulillah, sebab  yang namanya sehat itu lebih mahal atau lebih berharga dari materi.

Jadi bersyukurlah karena Anda sehat sehingga tidak perlu menggunakan dana BPJS meski setiap bulan harus bayar. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/

5

Red: citra

Editor: iman

820

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini