Jika Tetangga Non Muslim Meninggal, Ini Yang Boleh Kita Lakukan

0
242
Bendera atau warna kuning sebagai simbol ada kematian. Kematian selalu mengejutkan karena tiba-tiba dan tak terduga. ( foto: istimewa)
. ( foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pak Aam, bagaimana jika tetangga kita meminggal, tapi dia nonmuslim. Saya harus bagaimana? Mohon penjelasannya. ( Dea via fb)

Wassalamu’alaykum, ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Anda boleh datang ke rumahnya menyampaikan rasa duka cita, tapi Anda tidak mendoakannya.

iklan

Menyatakan duka cita itu tidak dilarang. Nabi pernah sedang berkumpul duduk bersama para sahabat, lalu ada mayat yang sedang diusung mau dikuburkan. Nabi berdiri, lalu sahabat berkata “Ya Rasulullah, mayit itu seorang yahudi”, Nabi menjawab “Aku berdiri menghormati dia sebagai manusia”. Memang ternyata sunnahnya kita itu menghormati orang yang meninggal.

Misalnya di jalan ada mobil jenazah, maka biarkan mobil jenazah itu melaju duluan. Apabila kita sedang berjalan, lalu ada jenazah yang sedang diusung, maka berhenti. Ini artinya kalau kita sedang di jalan berkendaraan, lalu ada jenazah atau mobil jenazah, maka menepi atau ke pinggir biarkan jenazah itu lebih dulu.

Kalau ibu punya tetangga nonmuslim meninggal, ibu tentu saja boleh menghormatinya sebagai tetangga, sebagai sesame manusia. Hanya memang kita tidak bisa mendaoakannya, karena berbeda keyakinannya.

Ibu boleh saja mendoakan keluarga yang ditinggalkannya. Mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan ketabahan.

Hal yang tidak boleh itu kita mengikuti ritual mereka karena prinsip “lakum dinukum waliyyadin” itu adalah ketika mereka melakukan amaliyah agama lain yang dimaksud menghormati itu kita tidak melarangnya atau menggangunya. Menghormati itu tidak berarti Anda ikutan ibadah ritual mereka.

Begitu juga apabila ada yang meninggal, kita tidak mendoakannya tapi kita ikut berduka cita kepada keluarga yang ditinggal wafat.

Perlu Anda ketahui bahwa penyebutan Alharhum itu hanya boleh diperuntukan kepada orang yang sama agamanya. Apabila orang yang meninggal itu nonmuslim, kita sebut saja dengan sebutan mendiang.

Almarhum atau Almarhumah itu adalah doa. Sementara menurut surat At-Taubah ayat 113:

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang beriman memohon­kan ampunan kepada Allah bagi orang-orang musyrik, sekalipun mereka kaum kerabatnya, sete­lah jelas orang-orang musyrik itu penghuni Jahanam.”

Selaku muslim, kita tidak boleh mendoakan nonmuslim apabila ia sudah meninggal ya sudah masing-masing saja. Tetapi apabila ia masih hidup tentu saja kita boleh mendoakannya agar diberikan hidayah oleh Allah.

Jadi hak dan kewajiban Anda sebagai tetangga dengan nonmuslim tetap terjaga, baik secara akhlak maupun akidah. Secara akhlak selaku muslim Anda boleh mengucapkan bela sungkawa atau duka cita dan secara akidah Anda tidak perlu mendokannya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

830

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini