Hukum Mengikhlaskan dan Tidak Menagih Hutang, Boleh atau Terlarang?

0
244
Berhutang saat belanja di warung tetap harus dicatat ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID–Assalamu’alaykum. Pak Aam saya berjualan sembakao di rumah. Kalau berjualan terkadang ada pembeli yang berhutang, apakah dosa apabila saya tidak menagih hutang? Contoh ada yang belanja lalu kurang 500 rupiah, pas belanja lagi ia lupa kalau ia memliki hutang Rp500,- karena saya juga malu untuk menyankan hal itu, tapi kayanya dia juga lupa. Terus saya tidak menagih karena ah Cuma Rp500, dan saya ikhlaskan. Apakah saya berdosa? Mohon nasihatnya ( Nel via fb )

Wassalamu’alaykum, Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sesuatu yang Anda ikhlaskan tidak membuat Anda berdosa. Kalau ada orang yang berhutang kepada Anda lalu Anda mengikhlaskan atau membebaskan sebenarnya itu adalah bagian dari sedekah.

iklan

Nah, apalagi kan orang itu berhutang ada dua kemungkinan. Pertama ada yang berhutang untuk kemewahan, misalnya banyak orang yang memiliki mobil mewah, tapi ngutang alias belum lunas. Atau punya rumah mewah, tapi sebenarnya ngutang.

Apabila hutang untuk kemewahan seperti ini, jangan Anda bebaskan karena sebenarnya ia orang mampu. Jadi jangan Anda bebaskan dan harus Anda tagih untuk yang bersifat membanggakan diri.

Namun ada pula orang yang berhutang untuk bertahan hidup. Misalnya ada orang ngutang untuk membeli sembako, untuk menyekolahkan anak, untuk membeli obat. Kalau Anda membebaskan saudara-saudara kita yang berhutang untuk tujuan ini, sebenarnya Anda sudah bersedekah dan ini amalan yang sangat mulia.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allâh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim)

Makanya jangan suka membuka aib orang, nanti Allah bukakan aib Anda. Tutuplah aib orang lain, InsyaAllah aib Anda pun ditutup. Bisa jadi sebenarnya orang memuliakan kita karena aib-aib kita ditutup oleh Allah. Makanya jangan suka menggossip atau memfitnah, karena hal ini kan akan membukakan aib orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخْيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

 “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim)

Jadi sahabat-sahabat yuk jaga lisan kita dan jaga juga tangan kita. Menulis atau memberi komentar itu jangan sembarangan apa lagi kemudian kita upload di media sosial untuk membahasa keburukan orang lain.

Sesungguhnya ketika kita membuka aib orang, seolah-olah kita menantang Allah untuk membuka aib kita. Karena sesungguhnya semua orang punya kekurangan.

Nah, kembali kepada pertanyaan Anda tentang membebaskan hutang. Apabila hutang itu untuk mempertahankan hidup dan Anda mampu untuk membebaskannya, maka itulah amalan yang sangat mulia.

Anda juga tidak perlu menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Sebab, bisa jadi kalau orang lain tahu malah bisa timbul ghibah. Cukup Anda yang tahu sebagai amal shalih Anda sendiri. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab.[ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: admin

Editor: iman

890

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini