Dzikir Setelah Shalat Sesuai Sunnah, Ini Yang Dicontohkan Rasul

0
347
Mencurahkan waktu untuk ibadah pada hari Jumat.(ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID— Assalamu’alaykum. Pak Aam, saya seorang mualaf yang sedang belajar Islam khususnya bab shalat. Kalau dzikir sesudah shalat fardu itu cukup dengan membaca suhanallah, alhamdulillah, dan allahuakbar, cukup sampai di situ atau harus dilanjutkan dengan wirid lailahaillalah sebanyak 33 kali? Mohon penjelasannya dan terima kasih. (Bayu via fb ) 

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Begini dzikir itu ada dua macam. Pertama ada dzikir muqayyad dan ada dzikir mutlak. Kita disuruh untuk memperbanyak berdzikir. Sebagaimana Allah berfirman,

iklan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Hai, orang-orang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat nama-Nya sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab: 41)

Dalam ayat lain Allah berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah ke­pada-Ku dan jangan kamu me­ngufuri nikmat-Ku.” [QS. Al Baqarah:152]

Jadi ayat yang menyuruh kita untuk memperbanyak dzikir itu banyak sekali. Nah dzikir muqayyad itu dzikir yang sudah ditentukan. Misalnya dzikir ba’da atau setelah shalat membaca subhanallah, alhamdulillah, dan allahuakbar sebanyak 33 kali. Cukup segitu saja tidak perlu Anda tambahkan.

Jadi apa yang dicontohkan Nabi ialah istigfar sebanyak 3 kali, maka lakukanlah sesuai dengan yang dicontohkan Nabi.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”. (HR. Baihaqi)

Berarti termasuk ke dalam dzikir, doa, ruku, sujud, semua harus seperti yang dicontohkan Rasulullah.

Nah, beliau ketika selesai shalat membaca istighfar sebanyak 3 kali, lalu Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahuakbar masing-masing 33 kali.

Maka, inilah yang dinamakan dzikir muqayyad, kita tidak perlu menambahkan dengan bacaan-bacaan lain seperti al-fatihah atau menambah jumlah bacaan. Cukup mengikuti apa yang Nabi contohkan.

Ada pun di luar itu, setelah Anda berdzikir muqayyad boleh menambahkan dzikir lainnya. Misalnya Anda setelah beres berdzikir yang baku, yang dicontohkan Nabi mau melaksanakan shalat rawatib lalu berdzikir lagi tentu boleh saja.

Silakan saja Anda berdzikir sebanyak apa pun Anda mampu. Hal ini disebut dzikit mutlak. Artinya dzikir yang tidak terikat dan ada di luar dzikir muqayyad, karena tidak ada kaitannya dengan ritual atau ibadah apa pun.

Misalnya di kendaraan, Anda berdzikir. Anda tidak bisa tidur lalu berdzikir. Lalu Anda sedang sakit, lalu berdzikir. Hal ini tentu saja diperbolehkan dan jumlahnya terserah sesuai kemampuan Anda.

Apa dzikirnya? Hal itu pun tidak diatur, boleh mengucap Alhamdulillah, Subhanallah, atau yang lainnya. Begitu juga dengan apa yang Anda alami atau rasakan, misalnya Anda merasakan makan yang nikmat lalu mengucapkan Alhamdulillah. Melihat dan takjub keindahan alam lalu mengucap Subhanallah dan sebagainya. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

Nah, terkait dengan pembahasan bab shalat termasuk masalah doa dan dzikir, Anda dan bapak ibu sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul ” SUDAH BENARKAH SHALATKU? ” atau buku ” MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT “. Demikian penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Buku Shalat

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

925

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini