Menolak Jenazah Covid-19, Apa Hukumnya?

0
493
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (30/3/2020).

PERCIKANIMAN.ID— Ada sesuatu yang pasti terjadi kepada setiap manusia yang hidup di muka bumi ini, yaitu kematian. Namun kematian sebuah misteri illahi yang mana hanya Allah yang mengetahuinya.

Tidak ada satu pun orang yang mengetahui waktu dan sebab kematiannya bahkan kita pun tak akan mengetahui dimana kita akan mati. Artinya kematian bersfiat misterius waktunya, misterius sebabnya, dan misterius tempatnya. Ini lah yang disebutkan dalam QS. Lukman ayat 34 dan QS. Al-Munafiqun ayat 11.

iklan

(34.) وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ………….

“……………..Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di daerah mana ia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” ( QS.Lukman: 34)

 

(11). وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Allah tidak akan menunda kema­tian seseorang apabila waktunya telah datang. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( QS. Al-Munafiqun: 11)

Dari dua ayat ini sangat jelas bahwa yang namanya kematian itu baik waktunya maupun tempatnya adalah rahasia Allah.  Di antara saudara-saudara kita ada mereka yang sebab kematiannya karena Covid-19, ada pula yang karena kecelakaan.

Kita tidak pernah mengetahui sebab kematian seseorang, yang jelas itu adalah Qadrarullah. Tak ada satu musibah pun yang menimpa kita, melainkan atas izin Allah.

Sahabat, tugas kita adalah berusaha meringankan siapa pun apalagi mereka yang terkena musibah. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat” (HR. Muslim)

Saudara-saudara kita yang meninggal karena Covid-19 ditangani mengikuti protokol keselamatan dan kesehatan. Kain kafannya khusus, lalu ia disterilkan, dan dimasukkan ke dalam peti yang juga sudah disterilkan.

Sehingga ketika dikuburkan InsyaAllah ia sudah aman dan tidak mungkin menyebarkan penyakit. Selain itu, yang membawa jenazahnya ke kuburan pun menggunakan protokol keselamatan dan kesehatan.

Oleh karena itu, mari kita ringankan saudara kita yang terkena musibah Covid-19 dengan kita terima jenazahnya di kuburan tempat kita berada.

Mengapa? karena sama sekali tidak akan mendatangkan mudharat kepada kita. Insya Allah sudah aman dan tidak akan menyebarka penyakit karena sudah distrerilkan.

Mari kita lapangkan hati kita, pikiran kita, untuk meringankan beban orang lain. Apabila saudara kita terkena musibah meninggal karena Covid-19, boleh jadi esok pun kita terkana musibah itu. Kita tidak pernah tahu dengan sebab apa kita mati.

Maka dari itu saya pribadi mengajak, terimalah apabila ada saudara kita yang wafat dan dikuburkan di tempat kita sebab virus Corona. Sama sekali tidak akan menyebarkan penyakit karena sudah ditangani dengan protokol keselamatan dan kesehatan.

Meninggal karena sebab virus Corona itu bukan aib, siapa pun sangat mungkin tertular. Ini seperti penyakit atau virus lainnya misalnya virus SARS, virus MERS yang juga menelan banyak korban jiwa. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi kita, memaafkan kita, dan selalu menolong kita semua. Semoga Allah Swt segera angkat musibah wabah ini. Aamiin. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sumber: Instagram @Aam_Amiruddin

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

934