Munculnya Dukhan 2020, Benarkah Terjadi Di Bulan Ramadhan?

0
586
Hari Kiamat adalah rahasia dan hanya Allah Yang Maha Tahu. (ilustrasi foto:pixabay)

PERCIKANIMAN.ID-Assalamu’alaykum. Pak Aam saya membaca di beberapa media online juga dimedia sosial banyak dishare yang memperbincangkan bahwa di pertengahan Ramadhan nanti pada tanggal 15 tepatnya hari Jumat akan terjadi dukhan. Apakah ini haditsnya shahih dan apakah kita perlu mempercayai? Mohon penjelasannya. ( MN via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Perlu diketahui apabila ada orang berbicara tentang bencana lalu ditentukan harinya secara definitifif itu sudah dipastikan hoax alias bohong atau palsu.

iklan

Misalnya prediksi waktu akan terjadi gempa, gunung meletus, atau peristiwa dukhon . Dukhon itu adalah suatu bencana yang dipahami munculnya asap atau kabut yang sangat besar dan dahsyat sebagai salah satu tanda kiamat, dahsyat dan mengerikan yang sifatnya alami. Dalam Al Quran Allah berfirman,

(11)فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ(10) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka, tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut (dukhan) yang tampak jelas, yang meliputi manusia. Inilah azab pedih.” (QS. Ad Dukhan ayat 10 – 11).

Tentu saja kita jangan percaya, apabila sampai waktunya ditentukan atau definitif, misalnya dukhon akan terjadi pada 15 Ramadhan nanti.

Dukhon itu bagian dari rahasia Allah, sampai detik ini tidak ada seorang pakar pun yang dapat menentukan dan mengetahui kapan atau tanggal berapa akan terjadi gempa yang dahsyat. Tidak ada seorang ahli pun yang dapat menentukan waktu secara definitif kapan terjadinya bencana yang amat besar ini.

Berbeda dengan prakiraan yang berdasarkan fakta atau penelitian. Misalnya diperkirakan gunung merapa akan meletus karena ada tanda-tandanya. Misalnya lagi kemungkinan akan terjadi gempa di derah yang dilalui lempeng atau patahan. Namun tak ada ahli atau ilmuwan yang mengetahui kapan persis terjadinya bencana ini.

Wilayah yang dapat kita percaya ialah perkataan ahli atau ilmuan, tidak secara definitif. Tidak seperti di media sosial, disebutkan akan terjadi bencana dukhon pada hari Jumat, 15 Ramadhan 1441H. Pada hal ini Anda tidak perlu memercayainya. Namun tentu saja kita harus percaya bawa suatu saat nanti bencana ini akan terjadi, tapi Anda tidak perlu memercayai pernyataan waktunya kapan.

Kiamat itu ada dua, ada kiamat kubra dan ada kiamat sugra. Kiamat sugra itu bencana di luar kehancuran alam semesta, apabila terjadi kehancuran alam semesta itu namanya kiamat kubra. Kiamat surge itu segala bencana yang menimpa diri kita, baik alam maupun non-alam, seperti wabah Covid-19 ini bisa disebut kiamat sugra. Mengapa? karena hal ini luar biasa pengaruhnya terhadap ekonomi, kehidupan sosial sungguh besar.

Jadi apabila ada yang mengatakan bahwa nanti tanggal 15 Ramadhan akan terjadi dukhan, dengan menyebut waktu, tanggal, sampai jamnya, Anda jangan memercayaikan karena hal ini sesuatu yang ada di luar nalar agama. Namun kita tentu harus percaya bahwa bencana dapat kapan pun terjadi. Walau bagaimana pun manusia itu akan diuji dengan keburukan dan kebaikan.

Munculnya dukhan ini adalah bagian dari tanda akan munculnya hari Kimat. Hal ini sebagaimana yang Rasul Saw pesankan,

وَدَابَّةُ الأرْضِ، وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ، وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِن مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِن قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda: bencana penenggelaman manusia ke tanah di negeri barat, negeri timur dan di jazirah Arab, terjadi ad dukhan, munculnya dajjal, munculnya dabbah, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, munculnya api yang keluar cekungan yang mengusir manusia” (HR. Muslim ).

Kapan terjadinya? Wallahu’alam, hanya Allah Yang Maha Tahu. Jadi segala musibah atau bencana di alam semesta ini hanya Allah yang mengetahuinya, apabila manusia membuat waktu definitifnya tak perlu kita sebagai seorang muslim memercayainya.

Ini juga sebagai peringatan atau himbauan kepada kita semua agar tidak mudah menyebarkan atau mengshare kabar atau berita yang belum kebenarannya.Jangan asal share, tapi share yang ada asalnya. Maksudnya ada sumber yang valid atau shahih.  Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

830

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini