Cemas Hadapi Wabah Corona? Tenangkan Dengan Dzikir, Ini Keutamaannya

0
334
Mencurahkan waktu untuk ibadah pada hari Jumat.(ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Apabila Allah memerintahkan sesuatu, di balik perintah itu pasti tersimpan banyak keutamaan dan hikmah yang luar biasa. Sebagai contoh, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melaksanakan shalat. Maka, jika perintah itu dilaksanakan, pelakunya dijamin akan mendapat ampunan dari dosa-dosa yang telah dilakukannya.

Demikian juga dengan perintah berdzikir. Di balik perintah dzikir, Allah Swt. telah menjanjikan banyak keutamaan dan hikmah bagi pelakunya di antara hikmah dan keutamaan yang akan didapatkan oleh hamba-Nya adalah:

iklan
  1. Mendapat Ketenangan Hati

Allah Swt. berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra‘d [13]: 28)

Hubungan antara dzikir dan ketenangan hati sudah banyak dibahas oleh para ulama, bagaimana dengan berdzikir maka segala kegundahan dan kegelisahan akan berubah menjadi ketenangan.

  1. Menjadikan Hidup Ini Lebih Hidup

Rasulullah Saw. bersabda, “Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan yang tidak (mengingat tuhannya), bagaikan yang hidup dengan yang mati.” (H.R. Bukhari)

Sebagian orang mengatakan bahwa hidup ini penuh dengan masalah. Sebagian lagi mengatakan hidup ini adalah perjuangan. Sebagian yang lain mengatakan hidup ini adalah cobaan. Semua ada benarnya. Hal ini menunjukkan bahwa untuk hidup, perlu persiapan, tidak bisa dijalani begitu saja. Bila menjalani hidup tanpa bekal, seseorang justru akan dilindas oleh kehidupan, terlebih kenyataan hidup saat ini yang begitu berat dan sulit.

Salah satu bekal utama dalam mengarungi hidup ini adalah kemampuan memaknai hidup. Untuk apa hidup dan ke mana kita setelah hidup nanti. Tidak semua orang mampu memaknai hidup ini dengan benar karena hal tersebut bergantung pada ideologi yang dianutnya.

Bagi orang yang berada di lingkungan ideologi materialistis, hidupnya akan dipandang sebagai tempat mencari kesenangan semata, hidup hanya tertuju pada hal-hal yang bersifat mencari kepuasan duniawi. Pandangan hidup seperti itu telah terbukti hanya membawa pada kehampaan dan kejenuhan.

Bagi seorang muslim, memaknai hidup haruslah seiring dan sejalan dengan napas Al-Quran dan As-Sunnah. Al-Quran telah secara jelas menggariskan makna hidup itu bagi setiap umat manusia. Dan salah satu upaya pemaknaan hidup ini adalah dengan dzikir. melalui dzikir, hidup terasa lebih bermakna, jiwa tidak akan terasa hampa.

Melalui dzikir, tujuan hidup terpampang jelas, langkah hidup begitu pasti. Karena dengan dzikir, kita dapat mengenal dan dekat dengan Allah. Syaratnya, dzikir yang dilakukan benar-benar didalami dan dijiwai, bukan hanya hiasan lisan dan paduan suara.

Menjauhi dzikir tak ubahnya seperti mayat hidup; badan bergerak tapi tak memiliki “ruh”. Tidak hanya jiwa yang mesti kita isi dengan dzikir, rumah pun jangan dibiarkan kosong dari lantunan dzikir, khususnya dengan bacaan Al-Quran.

Bagaimanapun riuhnya rumah dengan suara musik atau yang lainnya, apabila tidak pernah diisi dengan dzikir, rumah tak ubahnya seperti kuburan. Seperti sabda Rasulullah Saw.,

Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikir dan rumah yang tidak ada dzikir adalah seperti yang hidup dan yang mati. (H.R. Muslim)

Jadi selama menghadapi pandemic virus Corona (Covid-19) ini selain melakukan protocol kesehatan maka jangan tinggalkan doa dan dzikir. Terbukti dengan banyak melakukan dzikir maka hati akan menjadi tenang, tidak cemas dan panik menghadapi wabah Corona.

Demikian juga dengan berdzikir maka ditengah situasi wabah Corona dimana sebagian orang banyak kehilangan harapan atas bisnisnya, kerugian atas muamalah, kehilangan omset dan sebagainya yang sifatnya materi maka dzikirnya orang yang beriman justru menumbuhkan harapan dan sikap optimisme serta keyakinan bahwa setelah kesulitan, Allah akan hadirkan kemudahan. Dzikir menjadikan hidup lebih hidup dan bermakna bahwa semua adalah milik Allah. Wallahu’alam. [ ]

Sumber: dikutip dari “ DZIKIR ORANG-ORANG SUKSES “ karya Dr. Aam Amiruddin, M.Si

5

Red: admin

Editor: iman

935

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini