Keutamaan Memperbanyak Bacaan Al-Quran di Bulan Sya’ban

0
168
Dahulu bulan Sya’ban disebut dengan bulan Al-Quran. (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID— Bulan Sya’ban merupakan salah satu di antara bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Sya’ban merupakan bulan ke-8 dalam tahun hijriyah, berada setelah bulan Rajab dan sebelum bulan suci Ramadhan. Di bulan ini terdapat banyak amalan yang disunnahkan Rasulullah. Salah satu amalan yang dicontohkan Rasulullah ialah memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban. Namun selain memperbanyak puasa, bulan sya’ban disebut juga bulan Al-Quran yang mana kita sebaiknya memperbanyak bacaan Al-Quran di bulan ini.

Sebagai seorang muslim, membaca Al-Quran merupakan suatu kewajban. Rasulullah sebagai suri tauladan mengajarkan kita sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita lekat dan dekat dengan Al-Quran. Sebagaimana kita ketahui, Al-Quran dan sunnah merupakan petunjuk dan pedoman dalam kehidupan ini. Akan tetapi anjuran membaca Al-Quran isangat ditekankan di waktu-waktu yang mulia dan diberkahi seperti bulan Sya’ban dan Ramadhan.

iklan

Ibnu Rajab al-Hambali meriwayatkan sebuah atsar dari Anas bin Malik yang menceritakan kesibukan para sahabat Nabi Saw ketika memasuki bulan Sya’ban. Salah satu aktivitas para sahabat tersebut adalah membaca Alquran. Anas bin Malik bercerita;

كَانَ اْلمُسْلِمُوْنَ اِذَا دَخَلَ شَعْبَانُ اِنْكَبُّوْا عَلَى المَصَاحِفُ فَقَرَأُوْهَا وَأَخْرَجُوْا زَكَاةَ اَمْوَالِهِمْ تَقْوِيَةً لِلضَّعِيْفِ وَالمِسْكِيْنِ عَلىَ صِيَامِ رَمَضَانَ

Kaum muslim ketika telah memasuki bulan Sya’bun, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadhan”.

Dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban disebutkan, ‘Amr bin Qais al-Mala’i menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi bulan tersebut dengan memperbanyak membaca Al-Quran.

Bahkan sebagian ulama salaf menamakan bulan Sya’ban dengan bulan Al-Quran. Salamah bin Kuhail juga mengatakan hal yang sama, dia berkata, “Dahulu bulan Sya’ban disebut dengan bulan Al-Quran”.

Menagapa para ulama salaf menamakan bulan Sya’ban dengan bulan Al-Quran?

Bulan Sya’ban adalah pengantar bulan Ramadhan. Sebagaimana dalam bulan Ramadhan kita dituntut untuk sibuk dengan membaca Al-Quran, maka pemanasan aktivitas mulia tersebut sudah seharusnya dimulai sejak bulan Sya’ban sebagai langkah mempersiapkan bulan suci ramadhan.

Bahkan Abu Bakar al-Balkhi memberikan perumpamaan bulan Sya’ban dan Ramadhan sebagai berikut;

شَهْرُ رَجَبَ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَان شَهْرُ حَصَادِ الزّرْعِ

Artinya; “Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil.”

Dengan begitu, kini kita di bulan Sya’ban hendaknya mengikuti jejak para sahabat Nabi Saw dan ulama salaf, dengan memperbanyak membaca Al-Quran. Yuk, kita jadikan bulan sya’ban sebagai pemanasan dan persiapan memetik pahala di bulan Ramadhan yang akan segera datang!

Sumber: bincangsyariah.com

3

red: citra

editor: admin

922

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini