Pelajaran Berharga Dari Physical Distancing Saat Pandemi Corona

0
196
Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa dibalik ujian atau musibah yang Allah berikan selalu ada hikmah dan pelajaran baik di baliknya. (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID—Wabah virus corona atau Covid-19 yang kini mengancam seluruh dunia memaksa masyarakat untuk melakukan social distancing atau physical distancing. Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah, tidak melakukan kegiatan di luar rumah, dan berada di suatu keramaian. Pemerintah berbagai negara, tak terkecuali Indonesia pun memberlakukan karantina wilayah di berbagai kota. Sekolah dan perguruan tinggi dilaksanakan secara online, bahkan beberapa perusahaan memberlakukan bekerja dari rumah.

Beberapa hari ini jalanan terlihat jauh lebih sepi dari biasanya, mall dan tempat hiburan lainnya juga ikut tutup. Tentu saja karena banyak masyarakat yang sudah sadar akan bahaya wabah penyakit ini. Meskipun merasa bosan karena terlalu lama berdiam di rumah tanpa hiburan, mau tidak mau masyarakat harus mengikuti aturan dari pihak berwenang. Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa dibalik ujian atau musibah yang Allah berikan selalu ada hikmah dan pelajaran baik di baliknya. Dilansir dari About Islam, ini 5 hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil dari physical distancing saat pandemic virus corona.

iklan
  1. Berlatih menjadi lebih bermanfaat

Diperkirakan 1,3 miliar ton makanan terbuang secara global setiap tahun. Itu adalah sepertiga dari apa yang kita hasilkan. Dengan adanya wabah corona, kita dilatih agar lebih menghemat makanan dan berusaha bermanfaat dengan menggunakan bahan makanan terbatas namun bisa menyediakan makanan yang sehat dan bagus bagi daya tahan tubuh.

Dalam situasi sulit seperti ini mengajarkan kita untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu baik itu makanan, uang, dan lainnya.

  1. Menghargai nilai waktu

Ini bukan liburan panjang. Sebagai orangtua kita harus tetap bekerja untuk keluarga. Sedangkan anak-anak tetap melaksanakan pembelajaran melalui media online. Ini mungkin membuat kita merasa bosan, tetapi itu tidak akan bertahan lama karena kita akan terbiasa melakukannya. Bahkan kita akan lebih menghargai waktu bersama keluarga yang jarang terjadi saat corona belum mewabah.

  1. Physical distancing berarti komunikasi sosial yang lebih baik

Saat social distancing kita tak bisa mengunjungi kerabat, orangtua, atau teman yang jauh. Ini artinya kita harus meningkatkan skill komunikasi sosial dengan lebih baik via gadget. Mencari kabar tentang keluarga dan kerabat dan selalu mengingatkan agar mereka selalu menjaga kesehatan via chatting maupun video call akan membuat mereka gembira dan merasa terkoneksi secara emosional.

  1. Tingkatkan keyakinan kepada Allah

Dalam hidup ini banyak hal yang di luar kendali dan rencana kita. Termasuk kapan berakhirnya wabah corona, sejatinya hanya Allah SWT yang tahu. Dengan iman dan yakin kepada Allah membuat kita keluar dari ketidakpastian dan krisis ini.

Teruslah salat dan berdoa di rumah agar kita bisa melewati krisis corona ini dengan baik. Yakinlah Allah akan memberikan masa depan yang lebih baik.

  1. Memahami makna sabar

Banyak orang yang cemas dan panik bertanya kapan wabah corona akan berakhir? Namun tak ada pakar medis yang tahu kapan wabah ini akan berakhir. Meskipun kita memiliki semua kemajuan dalam teknologi ini kita harus menghadapi kenyataan bahwa dunia telah bertekuk lutut dengan virus corona ciptaan Allah ini.

Kita harus tetap berlutut dalam doa dan kesabaran. Kita hanya bisa berdoa, berusaha, dan sabar. Pasrahkan semua kepada Allah SWT. Sebab Dia-lah yang Maha Tahu. Bersabarlah menghadapi ujian ini.

Sumber: muslim.okezone.com

3

Red: Citra

Editor: admin

922