3 Sumber Penularan Virus Corona Yang Masih Dianggap Remeh

0
316
Kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID – – Wabah virus corona menjangkiti hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai negara kini sibuk berupaya memutuskan mata rantai sebaran Covid-19. Lewat apa saja virus corona bisa menyebar?

Masyarakat perlu mewaspadai tiga hal sumber penularan Covid-19 yang mungkin acap kali dilupakan dan dianggap remeh. Padahal hal tersebut sangat dekat dan sering dilakukan di lingkungan masyarakat.

iklan

Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof. dr. Purnawan, M.Ph., Ph.D mengatakan, tiga sumber penularan Covid-19. Tiga sumber tersebut antara lain:

Pertama adalah barang-barang yang dikirim secara daring atau online.

“Barang-barang yang kita terima secara online itu kan kita tidak tahu bagaimana prosesnya, bagaimana yang ngantar, ini harus kita lakukan sebagai benda terinfeksi,” kata Purnawan saat jadi pembicara dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Untuk mengatasi hal ini sebaiknya jika menerima barang yang dikirim secara online hendak tetap menjaga jarak dengan si pengirim dan segera cuci tangan setelah menerima atau membuka barang.

Kedua penularan lainnya yakni melalui uang tunai.

Hal ini karena uang dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga uang tunai bisa menjadi penularan Covid-19. Oleh karena itu itu perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai.

“Uang cash itu akan menular dari orang ke orang jadi itu harus ada caranya, kalau saya pegang pakai plastik dan saya taruh di tempat khusus di rumah,” ujar

Untuk uang bisa di jemur ditempat yang aman dan tidak mudah terbawa angin atau terbang.

Ketiga yakni interaksi antara kakek dan cucu.

Menurut Purnawan, ini agak riskan terjadi penularan, karena kakek termasuk kelompok berisiko yakni usia lanjut. Sehingga untuk mencegah penularan, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan selama berinteraksi. Apalagi jika kakek atau neneknya tidak serumah atau datang dari luar.

“Tapi dia (kakek) bisa menjadi (carrier) jadi sementara hati-hati jika berhubungan dengan cucu jadi kita harus selalu berhati-hati waspada, cuci tangan pakai masker begitu,” kata Purnawan.

Hal ini bukan bermaksud buruk sangka pada kakek atau nenek, namun dalam kondisi saat ini perlu waspada dan setiap orang diharapkan menuruti protokol kesehatan. Selain itu jika kondisi sudah membaik dan aman tentu interaksi keluarga termasuk antara kakek/nenek dan cucu bisa kembali dilakukan.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Selama di rumah, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19 itu. [ ]

Sumber:okezone.com 

5

Red: admin

Editor: iman

924