Hukum Menjamak 4 Shalat Dalam Kondisi Wabah Virus Corona

0
223
Seorang tenaga medis tetap mendirikan shalat ditengah kesibukannya menangani pasien suspect Corona. ( foto: istimewa)

PERCIKANIMAN.ID – – Assalamu’alaykum. Pak Aam, dalam kondisi darurat seperti ini khususnya dalam menghadapi pandemic virus Corona, boleh kita menjamak shalat Dhuhur,Ashar, Maghrib dan Isya dalam satu waktu? Mohon nasihat dan penjelasannya. ( Tomy via WA)

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah. Jawaban ini juga sekaligus menjawab pertanyaan serupa khususnya dari sahabat-sahabat kita khususnya para pejuangan kemanusian, para dokter, perawat dan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam menangani wabah virus Corona khususnya di Indonesia.

Mereka saat ini berjibaku, mengorbankan segalanya, tenaga, waktu, keluarga bahkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan pasien baik yang sudah positif maupun dalam pengawasan. Sebagaimana yang kita ketahui dan viral para dokter, tenaga medis, perawat ini sebagai pahlawan kemanusian sejati saat ini.

Saking sibuknya dalam keadaan darurat mereka ini khususnya para dokter, tenaga medis, perawat yang muslim sampai menunda ibadahnya. Saya tegaskan mereka ini bukan lalai atau bukan mengabaikan ibadah tetapi menunda ibadah khususnya shalat.

Maka ada yang menjamak shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya dalam satu waktu karena kondisi darurat yang bertarung dengan waktu untuk menyelamatkan pasien.

Bagaimana hukumnya? Dalam hal ini boleh dilakukan. Hal ini berdasarkan hadits dimana Rasulullah Saw pernah menjamak  shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya pada tengah malam. Dalam hadits dari sahabat Ibnu ‘Abbas rodhiallohu ‘anhu,  Rasulullah Saw bersabda,

 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ
فِي حَدِيثِ وَكِيعٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ لِمَ فَعَلَ ذَلِكَ قَالَ كَيْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ

Dari Ibnu Abbas : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menjamak antara Dzuhur dan Ashar, Maghrib dan isya` di Madinah, bukan karena ketakutan dan bukan pula karena hujan”. HR Muslim

Jadi menjamak shalat itu harus ada syaratnya dan sesuai dengan kententuan syariat, dalam kondisi yang luar biasa  seperti ini ( force major) maka diperbolehkan bagi para dokter, tenaga medis, perawat dalam tugas menangani wabah virus Corona ini.

Saat ini teman-teman kita khususnya para dokter, tenaga medis, perawat menjadi garda terdepan dalam menangani penyebaran dan penyembuhan atau pengobatan para korban yang sudah terkena suspect virus Corona.

Jadi boleh menjamak tetapi harus ada alasan yang dibenarkan syariat misalnya  yang sedang sakit, termasuk dalam kondisi force major atau kondisi luar biasa seperti ini termasuk orang yang dalam keadaan shafar atau melakukan perjalanan.

Namun perlu diingatkan bahwa tidak boleh menjamak karena malas, menunda-nunda waktu hingga masuk waktu shalat berikutnya bahkan lalai dalam shalat maka hal ini tidak boleh diganti dengan menjamak shalat.  Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَقَدْ أَتَى بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْكَبَائِرِ

Barangsiapa menjamak dua shalat tanpa ada udzur (malas), maka ia telah mendatangi salah satu pintu dosa besar.”  ( HR. Imam Tirmidzi dan  Imam Daruqutni)

Jadi sekali lagi boleh menjamak shalat dengan syarat sesuai syar’i yang telah dijelaskan diatas namun tidak boleh atau terlarang menjamak shalat karena malas atau lalai.

Kita doakan bersama semoga Allah Swt melindungi saudara-saudara kita yang berada di garda terdepan dalam menangani wabah virus Corona ini khususnya para dokter, perawat dan tenaga medis lain. Semoga mereka senantiasa dijaga dan dilindungan kesehatannya dan diberikan kekuatan serta kesabaran dan Allah Swt membalas amal shalih mereka. Aamiin. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Walllahu ‘alam Bishshawab. [ ]

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

5

Red: admin

Editor: iman

930

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini