Ciri dan Bentuk Buraq Kendaraan Isra’ Mi’raj Menurut Hadits

0
171
Peristiwa Isra' Mi'raj adalah salah satu mukzijat Nabi Muhammad Saw (ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID— Dalam cerita tentang peristiwa Isra’ Mi’raj sering kali kita mendengar istilah Buroq atau Buraq. Buroq disebut sebagai kendaraan yang digunakan Nabi Muhammad Sallalahu’alaihi wassalam ketika Isra Mi’raj.

Buroq diceritakan memiliki kecepatan seperti cahaya yang berarti sangat cepat. Kendaraan ini digunakan Rasulullah Saw menuju langit ke-7. Kendaraan ini tentu saja tidak mungkin ada saat ini dan tidak mungkin bisa kita lihat.

iklan

Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian naik dari bumi ke langit melewati lapis langit sampai pada langit ketujuh.

Buraq atau Buroq  termasuk binatang ghaib, yang tidak akan pernah kita jumpai di alam ini. Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menaikinya ketika Isra’ Mi’raj, itu bagian dari keistimewaan dan mukjizat beliau dari Allah, yang tentu saja tidak mungkin bisa ditiru orang lain hingga akhir zaman.

Allah SWT berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

Allah Mengetahui yang ghaib, tetapi Allah tidak memperlihatkan yang ghaib itu kepada siapa pun, kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya. Sesungguhnya, Allah menempatkan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya” (QS. Al-Jin: 26 – 27)

Sikap kita sebagai seorang muslim terhadap hal-hal yang ghaib adalah mengimani dan meyakini apa yang disebutkan dalam dalil. Artinya, kita hanya boleh meyakini sesuai informasi yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu seperti apa sebenarnya sifat dan bentuk Buraq yang menjadi tunggangan Rasulullah ketika Isra’ Mi’raj? Secara fisik Buraq tidak bisa digambarkan atau dilukiskan sehingga dapat terlihat. Kalau pun ada gambar atau lukisan akan Buraq maka itu bukan yang sebenarnya dan hanya dugaan atau imajinasi orang semata.

Namun secara bentuk dan sifat Buraq  dapat dituliskan dengan mengacu atau bersumber pada  hadits – hadits shahih seperti yang Rasulullah Saw sendiri ceritakan. Hal itu antara lain:

  1. Bentuknya seperti binatang tunggangan. Hal ini berdasarkan hadits dari Malik bin Sha’sha’ah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenceritakan kejadian Isra Mi’raj. Salah satu cuplikan kisahnya,

وَأُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، دُونَ البَغْلِ وَفَوْقَ الحِمَارِ: البُرَاقُ

“Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai. Yaitu buraq.” (HR. Bukhari 3207)

2. Ukurannya lebihh tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal (Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai). Hal ini berdasar hadits  dari Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، يُقَالُ لَهُ: الْبُرَاقُ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ، فَحُمِلْتُ عَلَيْه

“Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya.” (HR. Ahmad 17835, Muslim 164, dan yang lainnya).

3. Bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggangan. Sesampainya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Masjidil Aqsha, beliau shallallahu ’alai wa salam mengikat buraqnya di tempat yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat tunggangannya. Beliau mengatakan

فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ

“Aku mengikat Buraq di salah satu pintu masjid Baitul Maqdis, tepat di mana para nabi mengikatkan hewan tunggangan mereka.” (HR.Muslim no. 162, Abu Ya’la dalam musnadnya 3375)

Demikian beberapa ciri, bentuk dan sifat Buraq sebagai kendaraan yang digunakan Rasulullah Saw dalam peristiwa Isra’ Mi’raj. Wallahu’alam bishshawab. [ ]

Sumber: konsultasisyariah.com

3

Red: citra

Editor: admin

922