Lupa Sholat Isya Karena Ketiduran, Bolehkah Dikerjakan Waktu Subuh?

0
187
Jangan sampai kita tergolong orang yang lalai dalam shalat ( ilustrasi foto: pixabay )

PERCIKANIMAN.IDAssalamu’alaikum. Pak Aam saya biasanya shalat Isya tepat waktu, tapi pada suatu saat  saya menerima tamu. Setelah tamu pulang anak saya minta ditemani tidur hingga akhirnya saya pun ikut tertidur. Saya baru ingat bahwa saya tidak shalat Isya ketika saya selesai shalat Subuh. Saya harus bagaimana? Mohon nasihat dan penjelasannya. ( Vil via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Ada sebuah hadits riwayat Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:

اذا رقد احدكم عن الصلاة اوغفل عنها فليصلها اذا ذكرها فان الله يقول أقم الصلاة لذكرى

Apabila engkau tidur hingga meninggalkan shalat atau lupa mengerjakannya. Hendaklah segera mendirikan shalat ketika telah teringat. Sesungguhnya Allah berfirman “Dirikanlah Shalat untuk mengingatku.

Jadi meskipun Anda baru mengingatnya ketika selesai shalat Subuh, maka lakukanlah shalat Isya saat itu juga. Lalu bagaimana jika Anda ingatnya ketika shalat Ashar? Maka tetap shalat ketika ingat.

Jadi kapanpun Anda ingat bahwa Anda belum melaksanakan shalat wajib, maka shalatlah. Hal ini kan terjadi bukan atas keinginan kita atau dalam kata lain kita lupa atau ketiduran.

Nah, yang tidak boleh itu melalaikan shalat. Misalnya Anda menanti-nantikan shalat hingga waktu shalat selanjutnya datang. Maka jika terlewat shalat wajib akibat kelalaian sebenarnya tidak bisa diganti atau tidak ada qadha.

Jadi jika ada orang yang melewatkan shalat akibat lalai, maka tidak perlu dan tidak boleh diganti atau diqadha shalatnya, satu-satunya cara ialah dia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Dengan catatan ia tidak mengulangi kembali dosa atau kelalaiannya.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pasti kami termasuk orang-orang rugi.” (QS. Al-A’raf:23)

Jadi kalau kita melalaikan shalat sampai shalat kita terlewat maka satu-satunya cara yang bisa kita lakukan ialah bertaubat. Taubat itu harus sungguh-sungguh, tidak mengulanginya lagi atau dalam artian taubatan nasuha. Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Hai, orang-orang beriman! Berto­bat­lah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan menghapus kesalahan-ke­sa­lah­an­­mu dan memasukkanmu ke da­lam surga yang mengalir sungai-su­ngai di bawahnya, yaitu pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengan­nya; cahaya mereka memancar di hadapan dan di kanan mereka. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sem­pur­na­kanlah cahaya untuk” (QS. At-Tahrim:8)

Saran saya dan untuk kita semua, segeralah shalat begitu sudah masuk waktunya sekiranya tidak ada pekerjaan yang sangat penting maka segera tinggalkan untuk menunaikan shalat diawal waktu. Jangan sampai kita tergolong pada orang-orang yang lalai dalam shalat. Demikian penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

Buku Panduan Shalat

5

Red: citra

Editor: iman

920

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini