Ada Niat Buruk? Cegah Dengan Cara Ini

0
163
Dalam diri manusia itu ada potensi untuk berbuat baik juga buruk. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID— Assalamu’alaikum. Pak Aam apakah dalam diri manusia selalu ada kecenderungan buruk? Bagaimana kita menepis atau mengalahkan kecenderungan berburuk itu sebab terkadang hal itu membuat kita sangat lelah, bahkan kadang gagal? Mohon nasihatnya. (Ed via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Sesungguhnya siapa pun itu dalam diri kita ada dua dorongan yaitu dorongan baik dan dorongan buruk. Dalam Al Quran Allah befirman,

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

maka Allah mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketakwaannya,” (QS.Asy-Syams: 8)

Selain potensi berbuat buruk atau jahat, sebenarnya dalam diri manusia itu juga ada potensi berbuat baik atau bertakwa kepada Allah. Maka seharus potensi berbuat baik inilah yang perlu dipupuk atau di kembangkan.

Apa yang Anda tanyakan itu benar sekali bahwa manusia itu memang memiliki bawaan atau potensi buruk atau jahat. Selain potensi berbuat baik atau berperilaku takwa maka manusia itu juga memiliki potensi-potensi berbuat buruk atau jahat. Dalam Al Quran misalnya Allah berfirman tentang perbuatan buruk itu,

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا

Sesungguhnya, manusia diciptakan de­ngan sifat suka mengeluh.”

إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعًا

“Apabila ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah.”

وَإِذَا مَسَّهُ ٱلْخَيْرُ مَنُوعًا

“Apabila mendapat keluasan harta, ia menjadi kikir.” (QS. Al-Ma’rij: 19-21)

Ayat ini berbicara tentang sisi negatif atau sisi buruk manusia. Namun dibalik sisi negatif itu ada juga sisi baiknya. Pertama manusia itu makhluk yang mukkarom, dimuliakan. Oleh karena itu, manusia diberi akal dan hati nurani untuk menjaga kemuliaan dirinya.

Bahkan manusia diberikan kewenangan menjadi khalifah sebagai bentuk penghargaan bahwa di dalam dirinya itu ada sisi baik. Kedua manusia juga sebagai makhluk yang mukallaf, diberikan kewajiban.

Kewajiban untuk apa? Kewajiban untuk beribadah, kewajiban untuk memperbaiki diri, kewajiban untuk belajar, kewajiban untuk memberikan kemashlahatan untuk kelaurga dan lingkungannya. Nah ketiga manusia itu makhluk yang takhyir, diberikan kebebasan untuk menentukan apa pun yang menurut dirinya baik.

Rasulullah salallahu’alaihi wassalam bersabda,

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Setiap manusia yang lahir, mereka lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadits ini mengandung makna bahwa dominan aslinya manusia itu sebenarnya baik. Namun, apabila kurang dibina maka yang akan keluar sifat-sifat buruknya. Itu sebabnya tugas kita bagaimana mengasah kebaikannya, tapi menafikkan keburukan tentu tidak bisa.

Mengapa? karena manusia itu ada diantara dua tarikan yaitu tarikan positif dan negatif. Ada dua macam nafsu yaitu nafsu muthmainnah yang mendorong kepada kebaikan dan nafsu amaroh dorongan kepad keburukan.

Hal ini lah mengapa orang yang berbuat kebajikan itu harus dihargai karena untuk melakukan suatu kebaikan manusia harus berjuang meredam dulu nafsu buruknya.

Kalau kita jadi orang pemaaf pasti kita mendapatkan penghargaan berupa kemuliaan dari Allah SWT karena sisi manusia itu pasti ada dendam. Apabila kita bisa memaafkan berarti kita sudah bisa meredam dendam yang ada di benak kita.

Jadi sekali lagi, kalau muncul dorongan untuk berbuat buruk atau jahat maka segeralah ingat dan beristighfar kepada Allah. Juga memohon kepada Allah dari godaan syaitan, sebab pastinya syaitan selalu menggoda atau membujuk manusia untuk berbuat buruk atau jahat.

Demikian juga ketika muncul niat berbuat baik misalnya dapat rezeki ingin sedekah, ingin menolong teman, ingin shalat berjamaah di masjid dan niat perbuatan baik lainnya maka segera laksanakan. Jangan tunda-tunda lagi, sedekah tidak harus nunggu kaya, shalat di masjid tidak harus nunggu tua atau waktu luang.

Demikian penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan yang sia-sia, perbuatan buruk meskipun itu baru atau sekedar niat. Wallahu’alam bishshawab. []

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

 

5

Red: citra

Editor: iman

927

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini