Cegah Corona, Begini Cara Tidur Sehat Ala Rasulullah

0
342
Kurang tidur akibat begadang akan berpengaruh kepada kondisi emosi, kemampuan kognitif, dan fungsi otak. (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID— Istirahat dan tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Jam tidur yang kurang diduga meningkatkan risiko penyakit ginjal, jantung, stroke, tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, hormon stres naik, dan diabetes. Kini dengan mewabahnya virus corona atau Covid-19 kita dianjurkan menjaga pola hidup sehat, salah satunya dengan cukup tidur dan istirahat. Rasulullah sebagai suri tauladan kita sebagai umat muslim juga mencontohkan bagaimana cara tidur yang baik. Lalu bagaimana cara tidur Rasulullah yang sebaiknya kita contoh?

  1. Tidur dengan keadaan gelap

Rasul SAW selalu tidur dalam keadaan gelap dan mematikan lampu. Pada zaman dahulu tentu saja belum tersedia listrik dan berbagai penerangan seperti di zaman sekarang. Sehingga pencahayaan yang dipakai ialah semacam sumbu api atau lampu petromax. Oleh sebab itu Rasul memerintahkan umatnya untuk memadamkan lampu sebelum tidur untuk menghindari resiko kebakaran. Hal ini sesuai dengan hadits berikut

iklan

“Padamkanlah lampu saat akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana, dan tutuplah makanan dan minuman” (Muttafaq Alaih)

Dikutip dari HelloSehat, Tidur dalam keadaan lampu menyala dapat menyebabkan masalah kesehatan. Masalah kesehatan ini mungkin terjadi karena paparan cahaya pada saat tidur dapat berdampak pada terganggunya hormon dalam tubuh. Selain itu, penelitian membuktikan bahwa jika seseorang tidur dalam gelap maka tubuhnya mampu menghasilkan hormon melatonine dan hormon ini berfungsi menjaga seseorang tetap muda dan memiliki daya tahan tubuh yang baik serta mencegah paparan senyawa radikal bebas dalam tubuh.

  1. Berwudhu sebelum tidur

Wudhu merupakan bentuk mensucikan diri sebelum shalat. Namun Rasullah juga menganjurkan seseorang untuk senantiasa menjaga wudhunya dan mengambil wudhu sebelum tidur.

Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

  1. Berdoa sebelum dan setelah bangun tidur

Ketika tidur jiwa atauh ruh kita tidak berada dalam tubuh kita. Oleh karena itu, sebelum tidur hendanya kita berdoa terlebih dahulu. Sungguh kita tak akan mengetahui apakah ruh kita bisa kembali. Maka Rasullah senantiasa berdoa seperti halnya ketika beliau akan pergi dan saat bangun dari tidurnya.

Sebelum tidur Rasulullah SAW berdoa “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup). Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)

  1. Miring ke Kanan dan Meletakkan tangan dipipi

Saat tidur, posisi Rasulullah selalu miring ke kanan dan meletakkan tangannya pada pipi sebelah kanan. Sesuai dengan apa yang dilakukan Rasulullah SAW hendaknya kita meniru ajaran beliau. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tidur dengan arah miring ke kanan bisa mengurangi resiko penyakit jantung dan lainnya.

Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah  saw pernah bersabda,

“Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan“.

“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

  1. Tidur di awal malam

Selain dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan dan sering menguap, kurang tidur akibat begadang akan berpengaruh kepada kondisi emosi, kemampuan kognitif, dan fungsi otak. Dikutip dari Alodokter, efek begadang bagi kesehatan dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, kanker, dan penyakit jantung.

Rasul SAW sendiri adalah seseorang yang selalu tidur di awal malam atau selepas shalat isya dan bangun untuk menghidupkan akhir malam dengan shalat tahajud dan ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur’an dan berdzikir. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut

“Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (HR Bukhari Muslim)

  1. Tidak tidur telentang dan tengkurap

Sesungguhnya Rasul tidak menganjurkan umatnya untuk tidur dalam keadaan terlentang apalagi dalam keadaan tengkurap. Posisi tidur tengkurap sangat tidak disukai Allah dan merupakan posisi tidur syaitan. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut

“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud )

3

Red: Citra

Editor: Admin

922