Cara Mengatasi Iri Dengki, Lakukan Hal Sederhana Ini

0
184
Dengki itu senang melihat orang lain susah atau susah melihat orang lain senang atau SMS ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID-Assalamu’alaikum. Pak Aam, saya seringkali dengki dengan kesuksesan orang lain. Saya setiap selesai shalat berdoa agar dijauhkan dengan sifat tersebut. Namun kadang-kadang sifat dengki itu suka tiba-tiba muncul, tapi biasanya saya langsung mengucap istigfar. Bagaimana agar hati kita bersih dari sifat dengki karena saya tidak mau amalan baik saya terkikis karena sifat dengki? Mohon nasihattnya ( P via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Iri, dengki, hasad atau pun hasut adalah contoh dari penyakit hati. Dalam istilah zaman sekarang biasa disebut SMS, susah melihat orang senang atau sebaliknya, senang melihat orang lain susah.

Jangan anggap sepele penyakit hati yang demikian itu. Dalam sebuah hadits  Rasulullah SAW bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ . أَوْ قَالَ  الْعُشْبَ

Hati-hatilah kalian dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar (rumput kering)“. (HR. Bukhari Muslim)

Jadi, amalan baik sebanyak apapun bisa hangus dengan kedengkian yang ada di dalam diri kita. Apa itu dengki? Dengki itu artinya SMS, senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.

Jadi kalau orang lain mendapatkan kesuksesan lalu ia membencinya, itu adalah dengki. Atau misalnya seseorang merasa senang dengan kegagalan orang lain itu juga dengki. Terkadang kita juga sering kali suudzon ketika orang lain sukses dan itu juga termasuk dalam perbuatan dengki.

Nah, apa yang Anda lakukan ketika muncul perasaan dengki lalu beristigfar itu sudah benar. Dalam Quran Surat Ali Imran ayat 135 Allah berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau men-zalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa mereka. Siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu dengan penuh kesadaran.” (QS.Ali Imran: 135)

Jadi yang terpenting ketika kita mengetahui bahwa kita salah dan telah melakukan suatu dosa bersegeralah istigfar dan jangan melanjutkan kesalahan itu. Manusia itu ada masanya khilaf, ada saat imannya turun, jiwabnya lemah. Nah, kalaupu terjadi khilaf maka segera memohon ampun.

Bagaiamana caranya supaya rasa iri itu sembuh? Iri, dengki, sombong, menghinakan orang, pelit, menolak kebenaran itu adalah penyakit hati. Allah berfirman dalam QS. Yunus ayat 57:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾

Hai, manusia! Sungguh, telah da­­tang kepadamu Al-Qur’an dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam hati dan petunjuk serta rah­mat bagi orang beriman.” (QS.Yunus: 57)

Maksud pelajaran atau nasihat itu adalah Al-Quran. Quran itu adalah obat yang ada dalam hati kita. Jadi yang bisa mengobati penyakit hati itu adalah al-quran.Al-quran itu adalah petunjuk dan sumber kasih sayang Allah bagi orang-orang yang beriman.

Berarti kalau hati kotor dan bermasalah, seringlah tadabur Al-Quran, bacalah maknanya. Seringlah mendengar nasihat yang bersumber dari Al-Quran. Tentu saja semua itu butuh waktu tergantung seberapa parah penyakitnya.

Semakin parah suatu penyakit maka obatnya pun semakin banyak. Sama halnya dengan hati kita, ada hati yang berpenyakit tapi ringan ada juga yang berat. Maka semakin berat penyakit hati kita, harus semakin banyak pula kita mentadaburi Al-Quran. Memohon ampun kepada Allah dan terus memperbaiki diri.

Intinya jangan biarkan penyakit hati seperti iri, dengki atau hasad itu bersemayam dalam hati. Belajar untuk selalu ikhlas dalam berbuat maupun menerima keadaan baik yang Anda alami maupun yang diterima atau dialami orang.

Kalau pun belum sanggup mengucapkan selamat misalnya ada tetangga atau teman yang sukses, minimal dalam hati Anda ikut bahagia. Bahagia teman punya rumah baru, naik jabatan atau posisi, bahagia teman punya kendaraan baru dan sebagainya.

Jangan lupa doakan teman-teman Anda yang sukses tersebut semakin bertakwa dan mendekat kepada Allah. Semoga yang gaji atau jabatannya naik segera bisa umroh atau haji, semoga yang mobilnya baru jadi rajin pergi ke pengajian dan sebagainya.

Demikian penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

952

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini