Perbedaan Qiyamul Lail Dan Tahajud, Begini Penjelasannya

0
513
Keutamaan shalat sunnah ( ilustrasi foto: pixabay )

PERCIKANIMAN.ID—Assalamu’alaikum. Pak Aam, apa benar kalau shalat sebelum tidur itu dinamakan qiyamulail sedangkan jika tidur dulu adalah shalat tajahud? Mohon penjelasannya. ( Henny via fb)

Wa’alaykumsalam wr wb. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Ya itu sedekar penamaan saja. Jika shalat malam sebelum tidur namanya qiyamulail, kalau kita awali dengan tidur namanya tahajud. Hal ini merujuk kepada firman Allah QS. Al-Isra ayat 79:

iklan

 

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

 

“Pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud sebagai suatu ibadah tam­bahan bagimu. Mudah-mudahan Tu­han­mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS.Al-Isra: 79)

Disebut dengan tajahud karena diawali dengan tidur dulu, sementara jika tidak diawali dengan tidur namanya qiyamulail. Itu hanya sekedar penamaan saja, terserah Anda mau sebelum tidur shalat atau sesudah tidur shalat.

Sebenarnya shalat tajahud itu dua rakaat juga boleh, tidak apa-apa. Namun yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah itu adalah 11 rakaat.

Nah, di Bulan Ramadhan jika Anda mau melakukan shalat tarawih dan tahajud, maka setelah 8 rakaat tarawih Anda tidak perlu witir. Anda boleh tidur terlebih dahulu lalu kemudian bangun dan shalat.

Ini dinamakan juga shalat mutlak. Hal terpenting Jika Anda mau shalat lagi setelah tarawih, maka jangan shalat witir. Nabi bersabda,

عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ: لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

Dari Thalq bin Ali, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada dua witir dalam semalam.’” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Muntaqa: 531 dan 536, Subulus Salam: 523, dan Nailul Authar: 47 dan 54, al-Mughni: 788 dan 792)

Jadi misalnya Anda tarawih lalu setelah 8 rakaat tidak perlu tarawih. Kemudian Anda tidur dan bangun lagi untuk shalat malam. Berapapun jumlah rakaatnya, lalu tutup dengan salam.

Nah, terkait dengan pembahasan bab shalat ini Anda dan bapak ibu sekalian bisa membaca buku saya yang berjudul ” SUDAH BENARKAH SHALATKU? ” atau buku ” MELANGKAH KE SURGA DENGAN SHALAT SUNAT “. Demikian penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Buku panduan shalat lengkap dan bergambar

5

Red: citra

Editor: iman

890