Manakah yang Harus Didahulukan, Ibu atau Istri?

0
115
Bagaimana pandangan Islam bagi seorang laki-laki yang telah beristri, apakah ibu atau istrinya yang harus didahulukan?

PERCIKANIMAN.ID—Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga. Sebagai seorang suami dan istri yang berpasangan, keduanya juga merupakan seorang anak dari orangtuanya. Apabila ia sudah menikah dan berkeluarga keduanya tentu memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Seorang laki-laki yang sudah berkeluarga, tentu akan memiliki setidaknya dua orang wanita spesial dalam hidupnya. Yakni Ibu yang telah melahirkan dan berjuang mengurusnya sejak kecil, dan tentunya istrinya yang akan menemani hidupnya untuk waktu kedepan. Lalu manakah yang harus lebih diprioritaskan bagi seorang suami, apakah istrinya dan keluarga barunya atau kah ibunya?

Dalam Islam seorang anak wajib hukumnya untuk menghormati orangtua. Bahkan Rasulullah Saw. menganjurkan untuk mendahulukan Ibu daripada ayah sebanyak tiga kali lebih utama.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” [HR. Bukhari no.5971 dan Muslim no.2548]

Siapakah yang harus lebih diprioritaskan oleh seorang suami, apakah bakti suami sebagai anak terhadap ibunya ataukah kewajiban suami terhadap istrinya? Ibu ataukah istri yang harus didahulukan suami?

Rasulullah Saw. bersabda, “Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita? Rasulullah menjawab: “Suaminya” (apabila sudah menikah). Kemudian Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya lagi: “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki? Rasulullah menjawab: “Ibunya,” (HR. Muslim).

Dari hadits di atas telah disebutkan bahwa yang berhak terhadap seorang laki-laki adalah ibunya. Namun bukan berarti seorang suami bebas menelantarkan istri demi seorang ibu. Tentu saja itu salah, karena Ibu dan istri memiliki kedudukan yang sama pentingnya dalam islam, kedua-duanya harus diutamakan dan dimuliakan.

Perlu diingat bahwa seorang ibu yang shaleh akan melahirkan anak yang shalih hingga tumbuh jadi suami yang shalih pula. Sedangkan istri yang shalih akan menjadikan rumah tangga suaminya penuh dengan cinta dan kasih sayang, membantu suami dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan memenuhi kewajiban suaminya karena seorang wanita adalah milik suaminya dan seorang laki-laki adalah milik ibunya.

Seorang istri tidak perlu cemburu kepada mertuanya, karena dia yang telah melahirkan suaminya. Sebaliknya, yang layak untuk cemburu adalah mertua si istri. Bayangkan jika seorang Ibu mempunyai seorang anak laki-laki, ia bersusah payah melahirkannya sampai besar dengan keringatnya. Hingga suatu saat anak laki-lakinya itu menikah, kemudian ia melupakannya demi istri anak lelakinya itu. Bagaimanakah perasaan si istri jika dilupakan oleh anaknya sendiri kelak?

Sejatinya, jika seorang istri berbuat baik kepada mertua, menganggap mereka sebagai orangtuanya sendiri, maka mertua pun akan baik dengannya. Maka dari itu, seorang istri haruslah patuh dan taat kepada suaminya, karena mereka adalah imam baginya. Demikian pula dengan seorang suami, sudah semestinya menyayangi dan memuliakan istrinya.

Sumber: muslimobsession.com

3

red: citra

editor: admin

922

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini