Kisah Nabi Luth & Kaum Sodom: Manusia Homosexual Pertama di Bumi

0
55
lgbt
Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom seharusnya menjadi pelajaran bagi kita sebagai umat muslim. Sungguh Allah memberikan azab kepada mereka yang menentang larangan-Nya. (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID—Paham LGBT-Q atau merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender dan Queer kini semakin hangat diperbincangkan di ranah nasional hingga internasional. Banyak dari mereka yang turun ke jalan menuntut kesetaraan hak untuk hidup sebagai LGBT-Q tanpa dikucilkan atau dibedakan. Tidak sedikit masyarakat yang juga ikut mendukung gerakan ini, namun banyak juga masyarakat yang menentang keras LGBT-Q di Indonesia. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam tentu saja paham ini bertentangan dengan syariat. Sebenarnya jika kita kilas balik paham LGBT-Q sudah ada sejak zaman Nabi Luth AS.

Nabi Luth tinggal di sebelah timur Palestina, tepatnya di Kan’an dekat desa Sodom. Penduduk desa tersebut memiliki perilaku yang sangat buruk dan munkar. Mereka terbiasa berbuat keji dan menyalahi fitrah manusia yang sehat yaitu dengan menjadi kaum homoseksual. Umat Nabi Luth AS tersebut sangat terbalik pikiran dan hatinya, para pria tidak menyukai wanita namun sebaliknya mereka menyukai sesame laki-laki.

Menurut sejarah, kaum nabi Luth adalah kaum pertama dalam sejarah manusia yang mempraktikkan homoseksualitas. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Luth AS untuk berdakwah dan mengajak penduduk Desa Sodom menuju kebenaran dan melakukan perbuatan yang mulia. Sayangnya, mereka justru mengusir Nabi Luth AS setelah merasa marah dengan dakwah Nabi Luth AS. Mereka bahkan berani menantang Nabi Luth AS untuk mendatangkan azab Allah.

Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 28-29. Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: ‘Sesungguhnnyya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang sebelumnya belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.’ Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuannmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: ‘Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-oranng yang benar.” (QS. Al Ankabut: 28-29)

Nabi Luth AS kemudian berdoa dengan bersungguh-sungguh dan memohon pertolongan kepada Allah sebagaimana diceritakan dalam Alquran surat Al-Ankabut ayat 30 yang artinya, “Ia berkata: Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (QS. Al-Ankabut: 30)

Kemudian Allah mempersiapkan malaikat untuk menimpakan azab yang begitu pedih kepada para penduduk kota Sodom. Sebagaimana diceritakan dalam Alquran surat Al-Qamar ayat 33-36.

Allah berfirman, “Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing. Sebagai nikmat dari kami. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman- ancaman itu.” (QS. Al Qamar: 33-36)

Allah mengutus dua Malaikat dalam wujud dua pemuda yang sangat tampan. Sebelum sampai di wilayah Sodom, kedua Malaikat ini mengabarkan kelahiran Ishaq kepada Nabi Ibrahim dan istrinya. Ketika sampai di Sodom, kedua lelaki tampan itu bertamu di rumah Nabi Luth. Nabi Luth berpesan kepada isteri dan putri-putrinya untuk merahasiakan kedatangan dua lelaki tampan tersebut. Namun, isteri Nabi Luth mengkhianati amanahnya dan memberitahukan kepada para lelaki Sodom tentang dua lelaki tampan di rumah Nabi Luth. Tidak lama kemudian, para lelaki Sodom beramai-ramai mendatangi rumah Nabi Luth. Mereka berteriak memanggil Nabi Luth. Mereka meminta agar Nabi Luth melepaskan kedua tamunya untuk mereka. Nabi Luth tidak mau membuka pintu rumahnya.

Malaikat-Malaikat ini menyuruh Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin. Ketika pintu dibuka, kaum Sodom segera masuk ke dalam rumah Nabi Luth. Namun saat mereka hendak masuk, kaum Sodom tidak mampu melihat. Ternyata, mereka menjadi buta. Sementara itu, Nabi Luth dan keluarganya diminta untuk meninggalkan Kota Sodom. Mereka berjalan keluar Kota Sodom karena azab akan segera tiba. Para Malaikat berpesan kepada Nabi Luthdan keluarganya agar berjalan ke luar kota dan jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

Seketika bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki kaum Sodom. Isteri Nabi Luth pun merasakannya. Gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu sijil menghancurkan Kota Sodom dan penduduknya.

Istri Nabi Luth pun juga tidak selamat dalam musibah tersebut karena istri Nabi Luth AS juga tergolong tidak beriman. Allah berfirman, “Kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya).” (QS. Al Hijr: 59-60)

Pada akhirnya, penduduk Sodom pun diazab dan dihancurkan oleh Allah. Kota tersebut kini terletak di sebelah utara Laut Merah. Sedangkan menurut penelitian arkeologis, kota tersebut kini diduga berada di wilayah Laut Mati yang terbentang di antara perbatasan Israel dan Yordania.

Kisah ini seharusnya menjadi pelajaran yang berharga bagi kita sebagai umat muslim. Sungguh Allah memberikan azab kepada mereka yang menentang larangan-Nya.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

( لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ ، ثَلاثًا )

“Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali ”. [HR. Imam Ahmad, dihasankan Syaikh Syu’aib Al-Arna`uth].

Semoga Allah senantiasa melindungi kita, keluarga kita, anak-anak, cucu, dan sahabat kita dari kesesatan dan kemunkaran.

sumber: islami.co

Red: Citra

Editor: Admin

922

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini