Menunda Menikah Karena Wasiat Orangtua, Boleh atau Tidak ?

0
197
Sebagian anak muda memilih pacaran daripada menikah. Padahal pacaran haram hukumnya. ( ilustrasi foto: norman)

PERCIKANIMAN.ID— Assalamu’alaikum. Pak Aam,  ada dua orang perempuan bersaudara. Si adik sudah berpacaran 3 tahun, namun tidak mau menikah dengan alasan ada wasiat dari ibunya untuk tidak mendahului kakaknya. Sementara kakaknya belum memiliki calon sehingga belum ada rencana untuk menikah. Berkali-kali dinasihati, namun si adik tetap dengan pegangan wasiat dari ibunya yang sekarang sudah meninggal. Mohon bantuan nasihat dan solusinya. ( Nuy via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Kita bisa mengerti mengapa si adik yang sudah memiliki calon tidak mau menikah. Dia berpegang teguh kepada pesan atau wasiat ibunya untuk tidak menikah sebelum kakaknya menikah.

Makanya anak itu tidak mau menikah kalau kakaknya belum menikah. Dari sisi ini, dilihat dari logika dan common sense si adik memang sepertinya benar. Alasannya memang sah-sah saja. Namun perlu dicatat, meskipun menurut logika dia benar, tapi menurut agama itu salah.

Kita ini hidup tidak boleh hanya mengikuti logika manusia, tapi juga logika Al-Quran. Kalau dilihat dari logika manusia memang benar, tapi kita juga harus melihat logika Al-Quran. Wasiat itu wajib dilakukan tapi wasiat itu bisa jadi haram atau terlarang dilakukan kalau salah atau bertentangan dengan syariat Islam.

Misalnya ibu saya mewasiatkan sesuatu yang dilarang dalam syariat, meskipun itu wasiat dari ibu saya tapi jika bertentangan dengan syariat agama maka tidak boleh dilakukan. Jadi wasiat itu ada yang wajib dilakukan, jika wasiat itu berisikan kebaikan dan kebenaran.

Bahkan kalau Anda membaca Quran Surat An-Nisa ayat 12 yang berbicara tentang warisan, warisan itu boleh dibagikan setelah wasiat alharhum dijalankan atau dipenuhi. Namun, tidak boleh berwasiat harta kepada ahli waris.

Jadi misalnya saya memiliki anak lalu saya wasiatkan mobil saya kepada anak yang ke-2, nah itu tidak diperbolehkan karena hukum awalnya semua ahli waris punya hak atas harta saya. Jadi ada kan wasiat yang tidak boleh dilakukan? Yaitu wasiat yang salah.

Lalu wasiat yang berbau kemaksiatan atau mengandung mudharat itu juga tidak boleh dilaksanakan. Jika dilaksanaka akan mendatangkan mudharat, maka tidak perlu dilaksanakan. Wasiat yang menyalahi aturan agama tidak perlu dilaksanakan.

Misalnya orangtua berwasiat kalau semua anak-anaknya lulus menjadi sarjana maka akan membangun diskotik atau tempat hiburan malam.Nah, ini seperti bagus namun akan banyak mudharatnya.

Nah kembali ke pertanyaan Anda tentang wasiat yang ditinggalkan oleh ibu perempuan , ini pun termasuk ke dalam wasiat yang bertentangan dengan agama, karena menimbulkan unsur mudharat atau kemaksiatan. Jadi tidak perlu dilaksanakan, karena nabi berpesan jika kita sudah memiliki calon wajib hukumnya segera menikah.

Dalam sebuah hadits Abu Hurarirah radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: ”Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridha akan agama dan akhlaknya maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di permukaan bumi” (HR. Tirmidzi)

Sang adik sudah 3 tahun pacaran dan tentu kita paham pacaran zaman sekarang seperti apa, yang lebih banyak mendekati bahkan berpotensi berbuat zina. Tentu ini akan sangat merugikan keduabelah pihak. Hidup dalam pacaran adalah hidup dalam kemaksiatan. Dalam Al Quran sudah sangat jelas kita khususnya kaum muda mudi dilarang mendekati zina,

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

“Jangan kamu dekati zina. Sungguh, zina itu perbuatan keji dan jalan yang buruk” ( QS. Al Isra: 32)

Menikah juga tidak tahu kapannya, karena harus menunggu kakaknya ketemu jodoh dan menikah, baru sang adik menikah. Ini kalau istilah anak sekarang hubungan tanpa status (HTS).

Setan itu lebih mudah masuk, minimal pegangan tangan itu pasti. Jadi menurut hemat saya kalau keduanya sudah cocok, apalagi sudah pacaran hingga 3 tahun maka segera halalkan atau nikahkan saja. Jangan sampai Anda terjerumus ke dalam suatu dosa dengan alasan wasiat. Jangan sampai Anda hanya menambah dosa.

Ingat, setan itu dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa-dosa yang kecil sampai besar hingga suatu saat ia melakukan dosa besar dan terbiasa dengan dosa itu. Ketika dosa besar sudah terbiasa dilakukan maka semua akan terasa biasa saja.

Saran saya segeralah untuk menikah dan abaikan wasiat dari almarhum ibu Anda. Insya Allah, Anda bukan yang durhaka kepada ibu atau orangtua. Demikian penjelasan dari saya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

5

Red: citra

Editor: iman

920

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini