Hukum Rasisme dan Diskriminasi Etnis dalam Pandangan Islam

0
89
Islam menolak diskriminasi yang berbasis etnis karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan (Foto: Pixabay)

PERCIKANIMAN.ID—Belakangan ini isu rasisme kembali hangat seakan tak ada habisnya. Segala bentuk provokasi hingga radikalisme seolah menjadi kompor tindakan rasisme dan fanstisme di Indonesia. Perbuatan rasisme termasuk di dalamnya meremehkan, merendahkan dan menghina orang lain hanya karena berbeda suku, berbeda warna kulit, berbeda bangsa atau negara. Ironisnya tindakan rasisme ini seolah dibenarkan hanya karena ia berbeda keyakinan, pandangan, hingga pilihan politik. Sahabat, ketahuilah Islam agama yang mulia dan mengharamkan rasisme tersebut di muka bumi ini. Semua orang pada asalnya sama kedudukannya dan memiliki hak-hak dasar kemanusiaan yang sama serta tidak boleh dibedakan, satu di istimewakan dan satu lagi dihinakan hanya karena alasan perbedaan suku, ras, bangsa semata.

Islam mengakui kesetaraan antar-etnis dan budaya. Islam menolak diskriminasi yang berbasis etnis karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam Al-Quran Allah berfirman kepada kita untuk senantiasa berlaku adil kepada siapa pun di muka bumi ini. Rasulullah, teladan bagi setiap umat muslim pun selalu mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada semua makhluk Allah tanpa membedakan latar belakangnya. Rasulullah mencontohkan kita untuk saling menghargai dan menyayangi bahkan kepada mereka yang nonmuslim sekali pun. Sebab tak semua dari mereka adalah musuh bagi kita.

Bilal bin Rabah, seorang sahabat yang mulia adalah mantan budak dan berkulit hitam legam. Namun tidak berarti kedudukannya lebih rendah diantara sahabat lainnya. Bahkan ia merupakan salah satu sahabat yang Rasul jamin untuk masuk surge. Bilal pun merupakan sayyid para muadzzin dan pengumandang adzan pertama umat Islam.

Allah menciptakan kita berbeda-beda agar kita saling mengenal satu sama lainnya. Di hadapan Allah setiap dari kita terlihat sama hanya satu yang membedakan di sisi Allah, yaitu ketakwaannya.

Allah SWT berfirman,

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (Al-Hujurat: 13)

Sahabat ingatkah ketika Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada manusia pertama di bumi, Nabi Adam AS lalu iblis berkata, “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. Hal ini pun membuat Allah marah dan mengutuk iblis. Inilah bedanya kita sebagai manusia dan iblis. Iblis itu sangat angkuh dan sombong seakan ia lebih baik dan mereasa dirinya superior. Sementara bagi Allah setiap manusia yang terlahir di muka bumi sungguh mulia dan hanya ketakwaannya yang membedakan antara satu dan lainnya.

3
Red: Citra
Editor: admin
922

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini