Melunasi Hutang ke Bank Konvensional, Boleh atau Riba?

0
503
Sebagian menganggap bank konvensional itu riba dan haram namun jika mempunyai kewajiban hutang maka harus tetap dilunasi. ( ilustrasi foto: pixabay)

PERCIKANIMAN.ID— Assalamu’alaykum. Pak Aam, maaf mau bertanya kalau kita hutang ke bank konvensional katanya tidak perlu dilunasi karena mengandung riba. Apakah itu benar? Mohon penjelasannya ( AY via fb )

Wa’alaykumsalam ww. Bapak ibu dan sahabat-sahabat yang dirahmati Allah. Tentu saja itu salah. Walaupun Anda berkeyakinan bahwa bank konvensional itu riba, yang namanya hutang itu wajib dilunasi. Kadang-kadang kita ini kalau menetapkan hukum karena riba, kita tidak melunasi.

iklan

Kalau misalnya Anda sudah terlanjur pinjam ke bank, ya tentu saja bagaimanapun itu kewajiban Anda melunasi. Meskipun ada orang berfatwa bahwa bunga bank itu haram, ya tentu saja kita hargai. Meski bagaimana pun hutang tetap lah hutang.

Ada orang yang secara keras mengharamkan bank karena mengandung riba. Namun di sisi lain kan misalnya ketika kita hendak memasuki toll kan kita diwajibkan membayar menggunakan e-toll.

Sementara e-toll kan itu merupakan produk bank. Jadi maksud saya, boleh saja Anda mengharamkan bank tapi jangan terlalu keras karena Anda melanggar fatwa sendiri. Saya ya tentu saja menghargai jika ada ustadz-ustadz yang ketika berbicara riba itu dengan sangat keras mengharamkan.

Terkadang orang sering kali menjatuhkan fatwa terlalu keras tapi tidak realistis. Padahal dalam kehidupan sehari-hari sekali pun sulit memisahkan keterkaitan dengan bank. Misalnya saat kita mengisi pulsa, kan operator transaksinya menggunakan bank.

Meskipun kita datang dan membawa uang secara cash. Selain itu, ketika kita hendak haji kan perlu melalui bank terlebih dahulu. Bahkan sebagian orang juga ada yang menharamkan bank Syariah. Tentu saja saya hormati dan hargai pendapat mereka.

Boleh orang itu berpendapat bunga bank itu haram atau tidak haram. Namun, jika Anda berpendapat bahwa bunga bank itu haram ya jangan terlalu keras, tapi Anda sendiri juga melanggarnya.

Jadi maksud saya sekarang ini kita boleh punya keyakinan atau berfatwa, namun pesan saya jangan terlalu galak. Saya sendiri memakai e-toll, makanya saya menurut saya jika ada yang mengatakan bunga bank itu haram, pendapat saya ya selama bisa kita hindari ya hindari, tapi kalau tidak bisa kan kita berada di situasi yang memaksa.

Kenapa saya tidak tegas? Karena saya sendiri masih menggunakan e-toll. Saya setiap tahun juga membayar pajak menggunakan bank. Siapa sekarang yang suci dari bank? Bahkan orang yang berfatwa keras bahwa bunga bank itu haram sekali pun ia menggunakan handphone, dia juga masih menggunakan toll.

Tanpa mengurangi hormat saya kepada sahabat-sahabat yang berbeda pendapat. Intinya kita boleh berpendapat, tetapi kita juga harus bijak bahwa ada bagian dalam hidup kita ini yang tidak bisa lepas dari bank atau minimal sistem keuangan yang kita gunakan saat ini. Berjuanglah kita agar kita bisa bersih dari bank sebisa kita dan semampu kita.

Jadi sekali lagi, Anda boleh berpendapat bahwa bank konvensional itu haram karena mengandung riba tetapi hutang Anda tetap harus dibayar. Jika Anda mempunyai hutang ke bank konvensional sekalipun tetap harus dilunasi. Karena keduanya mempunya kedudukan yang berbeda antara bank konvensional yang Anda anggap haram dengan kewajiban hutang Anda. Demikian penjelasannya semoga bermanfaat. Wallahu’alam bishshawab. []

Sampaikan pertanyaan Anda melalui WA: 081281818177 atau alamat email: [email protected]  atau inbox melalui Fans Page Facebook Ustadz Aam Amiruddin di link berikut ini : https://www.facebook.com/UstadzAam/ .

5

Red: citra

Editor: iman

820